HUBUNGAN DUDUK LAMA DAN KETIDAKSESUAIAN KURSI TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENJAHIT

  • Yudha P Haryanto Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
  • Kesuma Wardhani Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Keywords: Usia, Ketidaksesuaian, Lama Duduk

Abstract

Nyeri punggung bawah didefinisikan sebagai nyeri, ketegangan otot atau kekakuan yang dirasakan diantara sudut iga terbawah dan lipat bokong bawah. Perjalanan nyeri ini biasanya dirasakan hingga ke arah tungkai dan kaki, nyeri punggung bawah telah diidentifikasi sebagai salah satu gangguan yang paling sering terjadi pada populasi pekerja di dunia ini. Untuk mengetahui hubungan posisi duduk lama dan ketidaksesuaian kursi kerja terhadap nyeri punggung bawah pada penjahit.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang sifatnya cross sectional. Sampel: 30 orang dengan menggunakan kuesioner, mengukur tinggi lebar kursi kerja, dan tes REBA yang diambuil secara total sampling yaitu dengan keselurahan dari jumlah populasi dengan dilakukan analisa data menggunakan uji chi square. Yang berusia 35-44 tahun 19 orang, 45-55 tahun 11 orang. Berdasarkan ketidaksesuaian kursi yang paling banyak ada 15 orang berisiko rendah dan 10 orang berisiko sedang, dan ada 5 orang yang berisiko tinggi. Mesin jahit goyang kaki 30 orang. Riwayat duduk lama ada 16 orang yang kurang dari 4 jam, dan 14 orang lebih dari 4 jam. Berdasarkan nyeri punggung bawah ada 15 orang. Hubungan ketidaksesuaian kursi kerja yaitu LBP p= 0,013 (p<0,05) dan hubungan posisi duduk lama pada nyeri punggung bawah yaitu p= 0,005 (p<0,05).

Published
2022-01-05
How to Cite
Haryanto, Y. P., & Wardhani, K. (2022). HUBUNGAN DUDUK LAMA DAN KETIDAKSESUAIAN KURSI TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENJAHIT. Jurnal Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), 5(1), 17-21. Retrieved from https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/stm/article/view/176
Section
Artikel Penelitian