POTRET BUDAYA KESELAMATAN KERJA: PRAKTIK APD DAN PREVALENSI GANGGUAN KULIT NELAYAN TRADISIONAL TANJUNG BALAI ASAHAN
OCCUPATIONAL SAFETY CULTURE: PPE USAGE PRACTICES AND SKIN DISORDER PREVALENCE AMONG TRADITIONAL FISHERMEN IN TANJUNG BALAI ASAHAN
Abstract
Traditional fishermen face a high risk of skin health disorders due to extreme exposure to ultraviolet radiation and sea salinity. This study aims to capture the occupational safety culture through the practice of Personal Protective Equipment (PPE) usage and the prevalence of skin disorders among traditional fishermen in Tanjung Balai Asahan. The research method used was quantitative with a cross-sectional design. A total of 110 fishermen were selected as samples using the total sampling technique. The results showed that PPE usage practices were still low and partial, with 54.5% of fishermen only wearing two types of PPE while working. The majority of fishermen prioritized the use of boots (68.2%) and hats (62.7%), but ignored long-sleeved clothing (54.5% did not use) and gloves (52.7% did not use). The prevalence of skin disorders was found to be very significant at 64.5%, with the dominant types being dermatitis (32.7%), followed by scabies (18.2%) and tinea corporis (13.6%). The conclusion of this study indicates a correlation between low comprehensive PPE compliance and high skin morbidity rates. Occupational safety education interventions focusing on changes in risk perception and improvement of personal hygiene are needed to reduce morbidity rates in the fishing community.
Abstrak
Nelayan tradisional menghadapi risiko tinggi gangguan kesehatan kulit akibat pajanan radiasi ultraviolet dan salinitas air laut yang ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk memotret budaya keselamatan kerja melalui praktik penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan prevalensi gangguan kulit pada nelayan tradisional di Tanjung Balai Asahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian sebanyak 110 nelayan diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penggunaan APD masih rendah dan bersifat parsial, di mana 54,5% nelayan hanya menggunakan dua jenis APD selama bekerja. Mayoritas nelayan memprioritaskan penggunaan sepatu boot (68,2%) dan topi (62,7%), namun mengabaikan pakaian lengan panjang (54,5% tidak menggunakan) dan sarung tangan (52,7% tidak menggunakan). Prevalensi gangguan kulit ditemukan sangat signifikan sebesar 64,5%, dengan jenis gangguan dominan berupa dermatitis (32,7%), diikuti skabies (18,2%) dan tinea corporis (13,6%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan antara rendahnya kepatuhan APD yang komprehensif dengan tingginya angka kesakitan kulit. Diperlukan intervensi edukasi keselamatan kerja yang berfokus pada perubahan persepsi risiko dan peningkatan personal hygiene untuk menekan angka morbiditas pada komunitas nelayan.
References
(ILO). ILO. Safety and Health at the Heart of the Future of Work in Fisheries. Published online 2023.
World Health Organization (WHO). Health Risk and Environmental Exposure in Maritime Workers. Published online 2023.
Putri AM ZL. Analisis kerusakan skin barrier akibat salinitas air laut dan radiasi UV pada pekerja pesisir. J Dermatollogi Terap. 2024;11(1):45-58.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Published online 2023.
Ningsih RW RI. Budaya keselamatan kerja dan kepatuhan penggunaan APD pada sektor informal. J Kesehat Masy. 2021;17(2):112-120.
Zulmi R. Ergonomi dan kenyamanan penggunaan alat pelindung diri pada nelayan tropis. J Keselam dan Kesehat Kerja Marit. 2024;5(1):30-42.
Savitri, D. et al. Faktor perilaku dan kebiasaan turun-temurun dalam penggunaan alat pelindung diri nelayan tradisional. J Promosi Kesehat Indones. 2024;19(1):15-28.
Hardianto, B., & Prasetyo E. Dampak gangguan kulit kronis terhadap produktivitas nelayan tradisional. J Kedokt Komunitas. 2025;12(2):88-96.
Arifin, M. et al. Prevalensi keluhan subjektif gangguan kulit pada nelayan di wilayah pesisir Sumatera Utara. J Med Pesisir. 2024;12(2):101-115.
Badan Pusat statistika. Jumlah nelayan menurut kategori tahun 2022. Sumatera Utara: Badang Pusat Statistik; 2022
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Alur Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. ALFABETA; 2022.
Pradana, A. et al. Analisis kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja nelayan di wilayah perairan. J Keselam dan Kesehat Kerja Marit. 2023;4(1):22-30.
Wahyuni, S., & Saputra E. Penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja pada nelayan di Indonesia. J Ilm Keperawatan Indones. 2022;6(2):88-97.
Ershanda M, Pratama D LF. Occupational safety hazard analysis among fishermen using job safety analysis method. JPM MOCCI. 2024;2(1):21-29.
Fauzi, A., & Rahmawati D. Hubungan masa kerja dan penggunaan sepatu boot dengan kejadian keluhan kulit pada pekerja sektor basah. J Kesehat Masy. 2023;11(2):185-192.
Nasution MH. Analisis implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada sektor informal pesisir. J Ilmu Kesehat Masy. 2022;11(1):30-42.
Zulkifli A. Manajemen risiko kesehatan lingkungan pada ekosistem pesisir dan dampaknya terhadap penyakit kulit. J Ekol Kesehat. 2022;21(3):190-202.
Hidayat, R. et al. Faktor risiko lingkungan dan higiene perorangan terhadap penyakit kulit pada masyarakat pesisir. J Kesehat Lingkung Indones. 2021;20(2):145-152.
Arifin, M. Z., & Mansur M. Analisis paparan zat iritan dan keluhan dermatitis kontak pada pekerja sektor perikanan. J Kesehat Masy Marit. 2023;7(1):44-52.
Sanjaya A. Transmisi penyakit menular pada pemukiman padat dan lingkungan kerja maritim. J Ilmu Kesehat Masy. 2022;11(3):210-218.
Pratama, R. et al. Hubungan oklusi dan kelembapan terhadap pertumbuhan jamur dermatofit pada pekerja lapangan. J Dermatollogi Terap. 2021;8(2):105-114.
Sitorus, L., & Amalia R. Dampak radiasi ultra violet dan penggunaan pakaian pelindung terhadap kesehatan kulit nelayan. J Sains Kesehat. 2023;15(3):110-118.
Putra, R. E., & Wijaya K. Personal hygiene dan penggunaan sepatu boot terhadap kejadian tinea pedis pada nelayan tradisional. J Med Pesisir. 2024;12(1):15-23.
Nugraha AS. Pengaruh kelembapan dan efek oklusi alat pelindung diri terhadap integritas kulit pekerja. J Dermatologi Terap. 2022;9(2):67-75.
Suryani L. Perubahan perilaku keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja pesisir melalui pendekatan health belief modelitle. J Promosi Kesehat Indones. 2023;18(1):56-84.
Copyright (c) 2026 Aynil Paydah Harahap, Marlina Elfa Lubis, Rian Fedriko Ginting, Apriliani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
