PENINGKATAN JUMLAH EOSINOFIL PADA ANALISIS DARAH LENGKAP PENDERITA FILARIASIS
Abstract
Filariasis merupakan salah satu penyakit tropis yang endemik di Indonesia. Di Kabupaten Langkat masih banyak kasus filariasis yang tidak terpantau oleh petugas kesehatan. Filariasis membuat respon imun yang berlebihan yang menyebabkan "peradangan eosinofilik". Sindrom ini disebut "eosinofilia paru tropis" (TPE), di mana pasien datang dengan batuk, dengan atau tanpa sesak napas dan eosinofilia. Mikorfilaria hidup di pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Hingga saat ini belum ada penelitian tentang bagaimana mikrofilaria mendapatkan nutrisi. Apakah mikrofilaria ini mengonsumsi cairan limfatik atau sel darah. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel tujuh penderita filariasis dan tujuh control dengan karakteristik yang disesuaikan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data akan dianalisis dengan uji Korelasi Spearman, setelah dilakukan uji normalitas dengan Shapiro Wilk.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara faktor risiko pekerjaan p = 0,000 dengan kekuatan korelasi = 0,897 dan hitung eosinofil p = 0,000 dengan kekuatan korelasi = 0,866. Terdapat korelasi yang kuat antara faktor risiko pekerjaan dan peningkatan jumlah eosinofil.
Copyright (c) 2021 Dewi Yanti Handayani
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.