FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS AMPLAS KELURAHAN HARJOSARI 1 KECAMATAN AMPLAS KOTA MEDAN TAHUN 2020

  • Intan Tiara Indra Sanjaya Universitas Islam Sumatera Utara
  • Mayang Sari Ayu Universitas Islam Sumatera Utara
Keywords: Kejadian Stunting, Faktor Resiko, Anak

Abstract

Stunting ialah kondisi kegagalan pertumbuhan anak yang merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis pada 1000 hari kehidupan pertama. Prevalensi stunting tertinggi di dunia dapat ditemukan di benua Amerika Utara-Selatan, Afrika, dan Asia. Indonesia menempati posisi tertinggi ke lima. Stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor dan dampaknya ada pada masa mendatang. Tujuan penelitian yakni mengetahui faktor penyebab Stunting di Puskesmas Amplas Kota Medan tahun 2020. Jenis penelitian observasional analitik. Desain penelitian yaitu analitik cross sectional dengan metode purposive sampling sebanyak 239 sampel. Data diperoleh dengan melihat pencatatan antropometri dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data memakai uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan usia ibu, riwayat pendidikan ibu, tinggi badan ibu, riwayat kehamilan, riwayat pemberian air susu ibu eksklusif, pengetahuan ibu, status ekonomi, pola asuh dan asupan gizi berhubungan dengan adanya kejadian stunting pada balita. Pada hasil analisis penelitian yang memberi pengaruh signifikan terhadap adanya kejadian stunting adalah riwayat pemberian air susu ibu eksklusif dan status ekonomi.

Published
2022-07-01
How to Cite
Sanjaya, I. T. I., & Ayu, M. S. (2022). FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS AMPLAS KELURAHAN HARJOSARI 1 KECAMATAN AMPLAS KOTA MEDAN TAHUN 2020. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 21(2), 152-160. Retrieved from https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/287
Section
Artikel Penelitian