HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN ASFIKSIA DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA NEONATUS DI RSIA ANANDA MAKASSAR TAHUN 2022
THE RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND ASPHYXIA WITH THE INCIDENCE OF HIPERBILIRUBINEMIA AT RSIA ANANDA MAKASSAR IN 2022
Abstract
Hiperbilirubinemia pada neonatus merupakan kondisi yang sering terjadi pada minggu pertama kehidupan. Sebagian besar bersifat fisiologis, namun dapat berkembang menjadi patologis dan menimbulkan komplikasi serius seperti kernikterus apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan asfiksia dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda Makassar Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 373 neonatus yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 207 neonatus berjenis kelamin laki-laki dan 166 neonatus berjenis kelamin perempuan. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hiperbilirubinemia (p-value = 0,003). Sementara itu, terdapat 4 neonatus yang mengalami asfiksia dan 369 neonatus yang tidak mengalami asfiksia, dengan hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asfiksia dengan kejadian hiperbilirubinemia (p = 0,129). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus, sedangkan asfiksia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia.
References
Puspitasari Y. Kejadian Hiperbilirubinemia Ditinjau dari Berat Badan Lahir. Cendekia Med. 2020;5(1):36-42.
Fadhillah IA, Afdal, Pertiwi D, Masnadi NR, Dia RZ, Tuti H. Gambaran Faktor Risiko Hiperbilirubinemia Pada Neonatus yang Dirawat di. J Ilmu Kesehat Indones. 2024;5(2):1-7.
Astariani I, Artana IWD, Suari NMR. Karakteristik faktor penyebab hiperbilirubinemia pada neonatus di RSIA Puri Bunda Tabanan, Bali Tahun 2021. Intisari Sains Medis. 2021;12(3):917-200.
Sudirman NA. Hubungan ASI Eksklusf dengan Kejadian Stuntig pada Balita 6-24 Bulan. Alami J Alauddin Islam Med J. 2024;8(1):1-7.
Noormartany, Azhali BA, Perdani AI. Perbandingan Kadar Bilirubin Total pada Bayi Laki -Laki dan Perempuan dengan Neonatal Hiperbilirubinemia di RSUD AL-Ihsan Kabupaten Bandung. Pros Pendidik Dr. 2019;5(1):1-10.
Kosim M. Buku Ajar Neonatologi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI); 2018.
Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2021.; 2022.
Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Asfiksia. Kementrian Kesehatan RI; 2019.
Dewi H, K IS. Karakteristik Bayi Baru Lahir dengan Hiperbilirubin diRSUD dr. Gunawan Mangunkusumo. J Holistics Heal Sci. 2023;5(1):119-119.
Sarifuddin MJ, Asriani, Fauziah H, Gama AW. Hubungan Hipertensi pada Ibu Hamil dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Salewangan Kabupaten Maros Tahun 2018-2019 The Relationship of Hypertension on Pregnancy and Neonatal Asphyxia on Salewangan Hospital Maros Regency 2018-2019. J Integr Kesehat dan Sains Online. 2023;5(1):18-22.
Nurafni, Jawiah, Rohaya. Factors Associated with The Incidence of Hyperbilirubinemia in Neonates. J Matern Child Heal Sci. 2023;3(June):2015-2019. doi:10.36086/maternalandchild.v3i1.1698
Primasdika R, Mursiti T, Amalia R, Setiasih S. Analisis Faktor Hiperbilirubinemia pada Bayi Di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo. Midwifery Care J. 2023;4(4):1-12.
Khotimah H, Subagio SU. Analisis Hubungan antara Usia Kehamilan , Berat Lahir Bayi , Jenis Persalinan dan Pemberian Asi dengan Kejadian Hiperbilirubinemia Analysis of Relationship between Gestational Age , Birth Weight , Type of Childbirth and Breastfeeding with Occurrence of Hy. Faletehan Heal J. 2023;8(2):115-121.
Auliya N, Kusumajaya H, Lestari IP. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperbilirubinemia di Ruangan Neonatus. J Penelit Perawat Prof. 2023;5(2):529-538.
Triani F, Setyoboedi B, Budiono. Faktor Risiko Insiden Hiperbilirubinemia pada Neonatus di RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya. Indones Midwifery Heal Sci J Vol. 2022;6(2):211-218. doi:10.20473/imhsj.v6i2.2022.211-218
Sriram G, Paramahamsa RRK. Predictive value of serum bilirubin level for identifying term neonates at risk for subsequent hyperbilirubinemia. Int J Contemp Pediatr. 2019;6(5):1914-1921.
Luthfi RK, Nofaldi F, Nurhayati I. Asfiksia Sedang dan Hiperbilirubinemia pada Bayi Berat Lahir Cukup. Contin Med Educ. 2022;6(5):658-669.
Rai S, Sood M, Kaur A. Is perinatal asphyxia associated with an increase in serum bilirubin in neonates ? A case control study. J Fam Med Prim Care. 2022;11(7):3840-3843. doi:10.4103/jfmpc.jfmpc
Imoudu IA, Yusuf MO, Aro AT, Akpabio PE, Waziri ZM. Severe Perinatal Asphyxia and Risk of Neonatal Jaundice at a Tertiary Hospital in Northern Nigeria. Asian J Pediatr Res. 2021;5(3):17-22. doi:10.9734/AJPR/2021/v5i330176
Frelestanty E, Masan L. Analisis Hubungan BBLR ( Berat Bayi Lahir Rendah ) dan Asfiksia dengan Ikterus Neonatorum. J Dunia Kesmas. 2020;9(3):320-325.
Jember S, Tahun P, Anggelia TM, Sasmito L, Purwaningrum Y. The Risk of the Neonatory Interest In The Neonatus With The History of Asfiksia Baby New Born in RSD Dr. Soebandi Jember In 2017. J Keperawatan Terap. 2018;4(2):154-164.
Copyright (c) 2026 Astrid Putri Shafira, Purnamaniswaty Yunus, Arlina Wiyata Gama, Henny Fauziah, Abdul Rahim Yunus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

