KETERKAITAN STATUS GIZI IBU HAMIL DAN MENYUSUI DENGAN PERSEPSI ‘ASI KURANG’
ASSOCIATION OF MATERNAL NUTRITIONAL STATUS DURING PREGNANCY AND BREASTFEEDING WITH PERCEIVED ‘INSUFFICIENT BREAST MILK’
Abstract
Salah satu kendala terbesar dalam pemberian ASI eksklusif yang efektif ialah keyakinan bahwa ASI tidak mencukupi. Pandangan ini diyakini dipengaruhi oleh status gizi ibu selama kehamilan dan masa menyusui. Tujuan penelitian ini ialah untuk mencari tahu apakah keyakinan ibu bahwa ASI tidak mencukupi berkaitan dengan status gizinya selama kehamilan dan masa menyusui. Penelitian ini mengadopsi desain cross-sectional dengan sample sebanyak 40 ibu hamil juga menyusui yang dipilih menggunakan metode convenience sampling di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Pengumpulan datanya dilakukan dari wawancara menggunakan kuesioner yang terstruktur dan di analisis secara statistik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya tidak ditemukannya korelasi yang signifikan di antara status gizi pada masa kehamilan dan menyusui dengan persepsi suplai ASI rendah (p = 0,663., PR = 1,11), ataupun antara keselarasan kenaikan berat badan pada masa kehamilan merujuk dari rekomendasi Institute of Medicine (IOM) dengan persepsi bahwasanya produksi ASI kurang (p= 0,162., PR = 1,39). Walaupun terdapat predisposisi bahwa ibu yang status gizinya tidak memenuhi kriteria lebih sering beranggapan pasokan ASI tidak memadai, temuan tersebut tidak bermakna secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor lain, termasuk rasa percaya diri, pengetahuan, dan dukungan sosial, memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap persepsi kecukupan ASI. Alhasil, edukasi menyusui beserta konseling laktasi tetap perlu diberikan kepada seluruh ibu hamil dan menyusui tanpa mempertimbangkan status gizinya.
References
1. World Health Organization. Breastfeeding [Internet]. 2019 [cited 2025 Jun 1]. Available from: https://www.who.int/health-topics/breastfeeding#tab=tab_1
2. Andreas NJ, Kampmann B, Mehring Le-Doare K. Human breast milk: A review on its composition and bioactivity. Early Hum Dev. 2015 Nov 1;91(11):629–35.
3. Taufan N. ASI dan Tumor Payudara. Yogyakarta: Nuha Medikka; 2018.
4. Fikawati S, Syafiq A. Status gizi ibu dan persepsi ketidakcukupan air susu ibu. Kesmas. 2012;6(6):249–54.
5. Sari AP, Romlah R. Kenaikan berat badan selama kehamilan terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Termometer: Jurnal Ilmu Kesehatan Kedokteran. 2024;2(2):25–9.
6. Mamangkey SJF, Rompas S, Masi G. Hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Ranotana Weru. J Keperawatan. 2018;6(1):1–1.
7. Sasi DK, Devy SR, Qomaruddin MB. Perilaku ibu dalam mengatasi hambatan pemberian ASI. J Keperawatan. 2022;20(3):13–22.
8. Yuliani D, Ramadani M, Nursal DGA. Tradisi keluarga sebagai faktor penghambat ASI eksklusif di Kabupaten Kepulauan Anambas. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MMPPKI). 2022;5(9):1160–1166.
Copyright (c) 2026 Siti Alvira Fadhillah, Wiyarni Pambudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
