DETERMINAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN PADA KASUS LIMFADENITIS TUBERKULOSIS: PENDEKATAN FAMILY-CENTERED CARE DI LAYANAN PRIMER

SOCIAL AND ENVIRONMENTAL DETERMINANTS IN A CASE OF TUBERCULOUS LYMPHADENITIS: A FAMILY-CENTERED CARE APPROACH IN PRIMARY HEALTHCARE

  • Lilik Djuari Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga
  • Raihanette Amirasanti Fepiosardi Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga
  • Theresa Josephina Angelin Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga
  • Edi Nurcahyo Safii Puskesmas Pesanggaran
  • Komang Heru Setiawan Puskesmas Pesanggaran Banyuwangi
  • Abdullah Machin Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga
Keywords: limfadenitis tuberkulosis, tuberkulosis ekstraparu, determinan sosial kesehatan, lingkungan keluarga, pendekatan berbasis keluarga, layanan kesehatan primer

Abstract

Limfadenitis tuberkulosis merupakan salah satu bentuk tuberkulosis ekstraparu yang masih menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan primer, terutama karena keterkaitannya dengan determinan sosial dan lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam kejadian limfadenitis tuberkulosis serta implementasi pendekatan family-centered care dalam penatalaksanaannya. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada seorang perempuan usia 33 tahun dengan diagnosis limfadenitis tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas. Data diperoleh melalui anamnesis komprehensif, pemeriksaan fisik, penilaian keluarga menggunakan instrumen Family APGAR dan SCREEM, serta evaluasi kondisi lingkungan rumah. Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko utama meliputi riwayat tuberkulosis sebelumnya, kontak erat dengan penderita tuberkulosis, kondisi sosial ekonomi rendah, tidak adanya jaminan kesehatan, serta lingkungan rumah yang belum memenuhi kriteria sehat. Intervensi dilakukan secara komprehensif meliputi aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dengan melibatkan keluarga sebagai pendukung utama kepatuhan pengobatan. Pendekatan ini dilaporkan adanya peningkatan pemahaman pasien dan keluarga terhadap penyakit, serta mendukung keberlangsungan terapi. Studi ini menegaskan bahwa pengendalian tuberkulosis tidak hanya bergantung pada terapi medis, tetapi juga memerlukan intervensi berbasis keluarga dan perbaikan determinan sosial serta lingkungan. Pendekatan family-centered care di layanan primer berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien.

References

1. 1. World Health Organization. Global Tuberculosis Report.; 2025. http://www.who.int/tb/publications/global_report/en/index.html
2. Kadariswantiningsih IN, Ramadhan RN, Rampengan DDCH. Prevalence of extrapulmonary tuberculosis in Indonesia: protocol for systematic review and meta-analysis. BMJ Open. 2025;15(5):e098140. doi:10.1136/BMJOPEN-2024-098140
3. Sharma SK, Mohan A, Kohli M. Extrapulmonary tuberculosis. Expert Rev Respir Med. 2021;15(7):931-948. doi:10.1080/17476348.2021.1927718
4. Fontanilla JM, Barnes A, Von Reyn CF. Current diagnosis and management of peripheral tuberculous lymphadenitis. Clin Infect Dis. 2011;53(6):555-562. doi:10.1093/CID/CIR454
5. Wanda DSA, Rahaju AS, Sari AS. Clinicopathological Profile of Cervical Tuberculous Lymphadenitis: Experience from Universitas Airlangga Hospital. Indones J Clin Pathol Med Lab. 2025;32(1):30-35. doi:10.24293/IJCPML.V32I1.2436
6. Baker M, Das D, Venugopal K, Howden-Chapman P. Tuberculosis associated with household crowding in a developed country. J Epidemiol Community Heal. 2008;62(8):715-721. doi:10.1136/JECH.2007.063610
7. Muthmainnah, Yuliza E, Zovianny Rahakbauw G, Mariani A, Assagaff F. POLA KEJADIAN TB PARU: STUDI TENTANG HUBUNGAN STATUS EKONOMI DAN KONDISI FISIK RUMAH. Ensiklopedia J. 2024;6(3):119-123. doi:10.33559/EOJ.V6I3.2432
8. Jannah RZ, Azizah R, Jalaludin JB, Sulistyorini L, Lestari KS. Meta-Analysis Study: Environmental Risk Factors of Tuberculosis (TB). J Kesehat Lingkung . 2023;15(2):84-91. doi:10.20473/JKL.V15I2.2023.84-91
9. Maciel ELN, Golub JE, Peres RL, et al. Delay in diagnosis of pulmonary tuberculosis at a primary health clinic in Vitoria, Brazil. Int J Tuberc Lung Dis. 2010;14(11):1403. Accessed June 24, 2026. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3697918/
10. Friedman MM, Bowden VR, Jones EG. Family Nursing : Research, Theory, & Practice. 5th ed. Prentice Hall; 2003.
11. Latifah Y. Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. J Heal Soc. 2025;14(2):112-120. doi:10.62094/jhs.v14i2.241
12. Yu Y, Xiang Y, Liu H, et al. Analysis of epidemiological characteristics of extrapulmonary tuberculosis from South-Central China. Front Public Heal. 2024;12:1405358. doi:10.3389/FPUBH.2024.1405358/FULL
13. Lönnroth K, Jaramillo E, Williams BG, Dye C, Raviglione M. Drivers of tuberculosis epidemics: The role of risk factors and social determinants. Soc Sci Med. 2009;68(12):2240-2246. doi:10.1016/j.socscimed.2009.03.041
14. Amelia R. HUBUNGAN PERAN KELUARGA S EBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT DENGAN KEJADIAN DROPOUT PENGOBATAN TUBERCULOSIS PARU DI UPTD PUSKESMAS TROWULAN MOJOKERTO. STIKES MAJAPAHIT; 2025.
15. World Health Organisation. State of Inequality: HIV, Tuberculosis and Malaria. World Health Organization; 2021.
Published
2026-12-01
Section
Artikel Penelitian