KETERKAITAN IMT DAN KEJADIAN PREEKLAMSIA RSUD SAYANG CIANJUR
THE ASSOCIATION BETWEEN BMI AND THE INCIDENCE OF PREECLAMPSIA AT SAYANG CIANJUR REGIONAL GENERAL HOSPITAL
Abstract
Preeklamsia tergolong gangguan khusus pada masa kehamilan yang diidentifikasi dengan
hipertensi dan proteinuria dengan umur kehamilan lebih dari 20 minggu. Setiap tahun sekitar 5-
7% preeklamsia menjadi salah satu kondisi hipertensi paling berbahaya yang memengaruhi
kehamilan dan menyebabkan tingginya angka kematian hingga 700.000 ibu dan 500.000 bayi.
Ibu hamil yang memiliki nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi menguasai risiko lebih tinggi
untuk mengghadapi berbagai komplikasi seperti preeklamsia, eklamsia, persalinan induksi, dan
diabetes gestasional. Tujuan penelitian ini berorientasi mengerti hubungan Indeks Massa Tubuh
(IMT) dan fenomena preekklamsia pada ibu hamil. Data yang telah dihimpun dari rekam medis
sebanyak 160 mengaplikasikan desain studi observasional analitik dan mengoperasikan desain
studi cross sectional dengan analisis bivariat menggunakan Chi-square. Hasil dari riset ini
ditemukan mayoritas Indeks Massa Tubuh (IMT) klasifikasi risiko tinggi sejumlah 123 orang
(76,9%). Kejadian preeklamsia sejumlah 109 orang (68,1%). Ditemukan korelasi antara ibu
hamil yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan risiko tinggi dan kejadian preeklamsia,
pada hasil uji statistik dengan nilai p=0,001. Diintrepetasikan bahwasannya Indeks Massa Tubuh
(IMT) memiliki hubungan bersama fenomena preeklamsia pada ibu hamil. Ibu hamil
direkomendasikan mengawasi tekanan darah secara rutin pada masa kehamilan, serta menjaga
berat badan ideal untuk menurunkan kejadian preeklamsia.
Preeclampsia is a specific disorder of pregnancy characterized by hypertension and proteinuria
at a gestational age of more than 20 weeks. Each year, approximately 5–7% of cases of
preeclampsia represent one of the most dangerous hypertensive conditions affecting pregnancy,
resulting in high mortality rates of up to 700,000 mothers and 500,000 infants. Pregnant women
with a high Body Mass Index (BMI) face a higher risk of experiencing various complications
such as preeclampsia, eclampsia, induced labor, and gestational diabetes. The objective of this
study is to understand the relationship between Body Mass Index (BMI) and the occurrence of
preeclampsia in pregnant women. Data collected from medical records of 160 participants
utilized an analytical observational study design and employed a cross-sectional approach.
Bivariate analysis was performed using the Chi-square test. Among the pregnant women in this
study, the majority were classified as having a high-risk Body Mass Index (BMI), totaling 123
individuals (76.9%). The incidence of preeclampsia was 109 cases (68.1%). A correlation was
found between pregnant women with a high-risk Body Mass Index (BMI) and the incidence of
preeclampsia, as indicated by statistical test results with a p-value of 0.001. It has been found
that Body Mass Index (BMI) is associated with preeclampsia in pregnant women. Pregnant
women are advised to monitor their blood pressure regularly during pregnancy and maintain a
healthy weight to reduce the risk of preeclampsia.
References
2. Rahmawati L, Amalia FE, Kahar M, Rahayu ET, Nurfadillah D, Samuel M, et al. Literature Review: Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Preeklampsia Pada Ibu Hamil. J Borneo Holist Heal. 2022;5(2):122–32.
3. Kementerian Kesehatan RI. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2024. Kementerian Kesehatan RI.
4. Ravindra N. Hubungan Indeks Massa Tubuh (Imt) Dengan Kejadian Preeklampsi Ringan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gandusari- Blitar Tahun 2018-2019 Tugas. 2019. 1–23 bl.
5. Aini FN, Zuhriyatun F, Hapsari W. Indeks Massa Tubuh (Imt) Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil. J Sains Kebidanan. 2023;5(1):24–9.
6. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: Dalam angka. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
7. Pratiwi D. Faktor Maternal Yang Mempengaruhi Preeklampsia Pada Kehamilan. J Med Hutama [Internet]. 2020;02(01):402–6. Available at: http://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH
8. Patonah S, Afandi AA, Resi E. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil Di Puskesmas Balen Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Tahun 2020. 2021;12(1):28–33.
9. Hinelo K, Sakung J, Gunarmi, Permana C. Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banggai Tahun 2020. 2021;8(4):448-456.
10. Utami B, Utami T, Siwi A. Hubungan Riwayat Hipertensi Dan Status Gizi dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil : Literature Review. 2020;3(2):22-28
11. Husaidah S, Putri D, Rini H. Obesitas Dan Tingkat Stress Menyebabkan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil. 2022;3(2):81-82
12. Latipah S, Afrilia EM, An-nisa C. Faktor Usia, Paritas dan IMT Ibu Hamil Berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia di Tangerang. J Ilm Keperawatan Indones. 2023;6(2):166.
13. Handayani S, Nurjanah S. Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil di RSUD Trikora Salakan. 2021;XIII(02):212–21.
Copyright (c) 2026 Rizkykha Bella Mugniya, Ricky Susanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
