Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina <p align="justify">Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, is published by the Faculty of Medicine, Universitas Islam Sumatera Utara. It covers scientific disciplines in medicine, public health, and behavioral sciences. The journal is published twice a year, in <strong>January</strong> and <strong>July</strong>. Submitted manuscripts are initially reviewed by the editor and checked for plagiarism using a Plagiarism Checker application. The review process is conducted through a double-blind peer review system.</p> <p align="justify"><strong>Indexed by :</strong></p> <div style="display: flex; align-items: center; gap: 12px; flex-wrap: wrap;"><a title="SINTA" href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11718" target="_blank" rel="noopener"> <img style="width: 150px; height: 52px; object-fit: contain;" src="https://jurnal.uisu.ac.id/public/site/images/oris/sinta.png"> </a> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=US8U6uQAAAAJ" target="_blank" rel="noopener"> <img style="width: 150px; height: 52px; object-fit: contain;" src="https://jurnal.ilmubersama.com/public/site/images/oris/google-scholar.png"> </a> <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/29194" target="_blank" rel="noopener"> <img style="width: 150px; height: 52px; object-fit: contain;" src="https://jurnal.ilmubersama.com/public/site/images/oris/garuda.png"> </a></div> Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara en-US Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara 1411-9986 INJEKSI DEKSAMETASON INTRA-ARTIKULAR UNTUK MENCEGAH PROGRESIVITAS KONTRAKTUR FLEKSI ARTROGENIK PADA LUTUT TIKUS SELAMA FASE REMOBILISASI https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1119 <p>Imobilisasi sendi berkepanjangan memicu kontraktur artrogenik akibat fibrosis kapsular. Studi ini mengevaluasi efikasi injeksi deksametason intra-artikular dosis tunggal dalam mencegah kontraktur tersebut pada model lutut tikus selama fase remobilisasi. Studi ini menggunakan desain <em>experimental pretest-posttest control group</em> dengan 24 tikus Wistar jantan. Semua tikus menjalani 28 hari imobilisasi lutut menggunakan K-wire. Pada hari ke-28, <em>K-wire</em> dilepas, dan tikus dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok deksametason (injeksi tunggal deksametason natrium fosfat 0,5 mg/kg intra-artikular, 30 µL), kelompok saline (injeksi NaCl 0,9% 30 µL), dan kelompok kontrol (tanpa injeksi). PROM diukur pada <em>baseline</em>, setelah imobilisasi, serta setelah injeksi dan miotomi. Evaluasi histopatologis kapsul sendi posterior mencakup pengukuran ketebalan, panjang, dan jumlah sel radang. Kelompok deksametason menunjukkan rerata PROM yang signifikan lebih tinggi (130,13 ± 4,94°) dibandingkan kelompok saline dan kontrol (p &lt; 0,001). Analisis histopatologis mengonfirmasi penurunan ketebalan kapsul dan infiltrasi sel radang, serta peningkatan panjang kapsul yang signifikan, mengindikasikan berkurangnya artofibrosis. Injeksi deksametason intra-artikular dosis tunggal efektif meningkatkan PROM dan memitigasi artofibrosis. Hal ini menunjukkan potensi deksametason lokal sebagai strategi profilaksis kontraktur artrogenik.</p> Nico Sutanto Otman Siregar Iman Dwi Winanto Stephan Udjung Copyright (c) 2026 Otman Siregar, Nico Sutanto, Iman Dwi Winanto, Stephan Udjung https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 321 331 10.30743/ibnusina.v25i2.1119 SKABIES DI LINGKUNGAN PESANTREN: GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIGIENITAS SANTRI https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1112 <p>Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di lingkungan komunal, termasuk pondok pesantren. Pengetahuan dan perilaku higienitas santri berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian skabies, namun data deskriptif mengenai kondisi tersebut masih terbatas, khususnya di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku higienitas santri pondok pesantren penderita skabies di Kota Tebing Tinggi. Penelitian deskriptif potong lintang ini melibatkan 51 santri yang terdiagnosis skabies. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai pengetahuan tentang skabies dan perilaku higienitas terkait risiko penularan. Analisis dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam frekuensi serta persentase. Sebagian besar santri (64,7%) menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik mengenai skabies, namun perilaku higienitas berisiko masih ditemukan, antara lain berbagi alat shalat dan pakaian (27,5%), berbagi handuk (31,4%), dan tidur berhimpitan (43,1%). Pengetahuan dan perilaku higienitas santri penderita skabies masih perlu ditingkatkan. Temuan ini dapat menjadi dasar perencanaan program edukasi kesehatan dan intervensi promotif–preventif di lingkungan pesantren.</p> Chindy Octaviani Munauwarus Sarirah Copyright (c) 2026 Chindy Octaviani, Munauwarus Sarirah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 332 339 10.30743/ibnusina.v25i2.1112 PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN DAN TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SESUDAH DONOR DARAH PADA MAHASISWA FK UISU https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1114 <p>Donor darah merupakan tindakan penting dalam upaya penyelamatan nyawa, namun prosedur ini dapat memengaruhi kadar hemoglobin dan tekanan darah. Perubahan fisiologis tersebut berpotensi menimbulkan efek sementara, terutama pada mahasiswa yang masih berada dalam fase perkembangan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan kadar hemoglobin terhadap tekanan darah sebelum dan sesudah donor darah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>one-group pretest–posttest design</em>. Sampel penelitian berjumlah 30 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan Hb meter digital serta pengukuran tekanan darah menggunakan sfigmomanometer digital sebelum dan sesudah donor darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin mengalami penurunan dari 13,70 g/dL menjadi 13,16 g/dL (p = 0,000). Tekanan darah sistolik menurun dari rata-rata 118,43 mmHg menjadi 117,03 mmHg (p = 0,018), sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari rata-rata 78,93 mmHg menjadi 76,26 mmHg (p = 0,012). Dengan demikian, terdapat perbedaan yang bermakna pada kadar hemoglobin dan tekanan darah sebelum dan sesudah donor darah pada mahasiswa FK UISU tahun 2025.</p> Muhammad Salman Alfarisi Sisca Devy Dian Afriandi Bambang Susanto Copyright (c) 2026 Muhammad Salman Alfarisi, Sisca Devy, Dian Afriandi, Bambang Susanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 340 348 10.30743/ibnusina.v25i2.1114 EFEKTIVITAS DIAGNOSTIK FORMULIR DESKAB SEBAGAI ALAT SKRINING UNTUK SKABIES DI PONDOK PESANTREN KOTA JAMBI https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1092 <p>Skabies merupakan penyakit kulit menular yang banyak ditemukan di lingkungan padat seperti pesantren. Deteksi dini penting untuk mencegah penularan, namun pemeriksaan baku berupa kerokan kulit memerlukan alat dan tenaga terlatih. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Formulir DeSkab sebagai alat skrining sederhana yang dapat digunakan oleh tenaga nonmedis. Penelitian potong lintang dilakukan pada 69 santri dengan keluhan gatal di lokasi khas skabies. Hasil Formulir DeSkab dibandingkan dengan pemeriksaan komposit kerokan kulit. Analisis diagnostik menunjukkan sensitivitas 85,4%, spesifisitas 52,4%, nilai prediksi positif 80,4%, nilai prediksi negatif 61,1%, dan akurasi 75,4%. Formulir DeSkab terbukti memiliki kemampuan deteksi yang baik dan konsistensi hasil yang signifikan, sehingga dapat digunakan sebagai alat skrining awal skabies di pesantren.</p> Muhammad Reza Aditya Hanina Nyimas Natasha Ayu Shafira Lipinwati Hasna Dewi Copyright (c) 2026 Muhammad Reza Aditya, Hanina, Nyimas Natasha Ayu Shafira, Lipinwati, Hasna Dewi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 349 357 10.30743/ibnusina.v25i2.1092 CORRELATION ANALYSIS OF THE HISTOMORPHOLOGICAL SPECTRUM OF TUBERCULOUS GRANULOMATOUS INFLAMMATION WITH ACID-FAST BACILLI DENSITY https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1152 <p>The histomorphological spectrum of tuberculous granulomatous inflammation is considered to reflect bacillary replication dynamics and the host immune response. This analytic observational cross-sectional study was conducted retrospectively by reviewing secondary medical records and archived histopathology slides and paraffin blocks to assess the correlation and strength of association between tuberculous granulomatous histomorphology on Hematoxylin–Eosin staining and acid-fast bacilli (AFB) density on Modified Ziehl–Neelsen staining at the Unit Patologi Anatomik Rumah Sakit Pendidikan Prof. dr. Chairuddin Panusunan Lubis USU Medan and Rumah Sakit Columbia Asia Medan during 2023–2025, using consecutive sampling; 68 cases met the inclusion criteria. Histomorphology was categorized into epithelioid granuloma with or without Langhans-type giant cells with a necrotic mass, epithelioid granuloma with or without Langhans-type giant cells without necrosis, and acellular eosinophilic mass with inflammatory cells. AFB density was graded semi-quantitatively (0, +1, +2, +3) at 1000× magnification. Statistical analysis was performed using Fisher-Freeman-Halton exact test and Cramer’s V. Most cases were extrapulmonary (95.59%), demonstrated epithelioid granuloma with necrosis (69.12%), and showed an AFB score of +1 (67.65%). Histomorphology showed a significant correlation with AFB density (p&lt;0.001) with a strong association (Cramer’s V=0.59), whereas correlations with organ group, age, and sex were not significant (p&gt;0.05).</p> Delyuzar Betty T Kemala Intan Arie Widiansyah Hasibuan Copyright (c) 2026 Delyuzar, Betty, T Kemala Intan, Arie Widiansyah Hasibuan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 358 370 10.30743/ibnusina.v25i2.1152 HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN ASFIKSIA DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA NEONATUS DI RSIA ANANDA MAKASSAR TAHUN 2022 https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1124 <p>Hiperbilirubinemia pada neonatus merupakan kondisi yang sering terjadi pada minggu pertama kehidupan. Sebagian besar bersifat fisiologis, namun dapat berkembang menjadi patologis dan menimbulkan komplikasi serius seperti kernikterus apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan asfiksia dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda Makassar Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 373 neonatus yang diambil menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> berdasarkan data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 207 neonatus berjenis kelamin laki-laki dan 166 neonatus berjenis kelamin perempuan. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hiperbilirubinemia (p-value = 0,003). Sementara itu, terdapat 4 neonatus yang mengalami asfiksia dan 369 neonatus yang tidak mengalami asfiksia, dengan hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asfiksia dengan kejadian hiperbilirubinemia (p = 0,129). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus, sedangkan asfiksia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia.</p> Astrid Putri Shafira Purnamaniswaty Yunus Arlina Wiyata Gama Henny Fauziah Abdul Rahim Yunus Copyright (c) 2026 Astrid Putri Shafira, Purnamaniswaty Yunus, Arlina Wiyata Gama, Henny Fauziah, Abdul Rahim Yunus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 371 378 10.30743/ibnusina.v25i2.1124 ANALISIS FAKTOR RISIKO HIV/AIDS PADA IBU DI RSUD SELEBESOLU SORONG PAPUA BARAT 2021–2022 https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1138 <p>HIV dan AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, termasuk di Provinsi Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian HIV dan AIDS pada ibu di RSUD Selebesolu Kota Sorong Provinsi Papua Barat periode 2021–2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan <em>case control</em>. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik <em>purposive sampling</em> berdasarkan data kuesioner dan rekam medis, sehingga diperoleh total sampel sebanyak 156 responden yang terdiri atas 78 kelompok kasus dan 78 kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan seksual tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian HIV dan AIDS pada ibu (p = 0,061; p &gt; 0,05). Sebaliknya, riwayat transfusi darah menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian HIV dan AIDS (p = 0,009; p &lt; 0,05), demikian pula penggunaan narkoba suntik yang juga berhubungan secara signifikan (p = 0,003; p &lt; 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor risiko kejadian HIV dan AIDS pada ibu di RSUD Selebesolu adalah riwayat transfusi darah dan penggunaan narkoba suntik, sedangkan hubungan seksual tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada penguatan skrining darah, peningkatan program <em>harm reduction</em>, serta perluasan edukasi, tes, dan terapi dini HIV untuk menurunkan angka penularan.</p> Alviani Chandra Azizah Nurdin Saharuddin Ariyanto Arief Siti Aisyah Kara Copyright (c) 2026 Alviani Chandra, Azizah Nurdin, Saharuddin, Ariyanto Arief, Siti Aisyah Kara https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 379 388 10.30743/ibnusina.v25i2.1138 HUBUNGAN ANTIHIPERTENSI TERHADAP LUARAN KLINIS BAYI DARI IBU PREEKLAMPSIA DI RSIA ANANDA MAKASSAR 2020–2022 https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1132 <p>Preeklampsia adalah hipertensi dengan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, disertai proteinuria ≥ 300 mg/24 jam atau ≥ +1. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya risiko luaran neonatal yang buruk seperti bayi berat lahir rendah (BBLR) dan asfiksia. Pemberian obat antihipertensi pada ibu preeklampsia bertujuan menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kondisi maternal sehingga diharapkan dapat memperbaiki luaran klinis bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian obat antihipertensi terhadap luaran klinis bayi dari ibu preeklampsia di RSIA Ananda Makassar tahun 2020–2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian adalah seluruh ibu dengan preeklampsia yang melahirkan di RSIA Ananda Makassar pada periode tersebut dan memenuhi kriteria inklusi, dengan total 80 kasus. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi penggunaan nifedipin sebesar 31,3% dan kombinasi nifedipin dengan MgSO₄ sebesar 68,8%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian obat antihipertensi dengan kejadian BBLR (p=0,026) dan asfiksia (p=0,047). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian obat antihipertensi pada ibu preeklampsia menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian BBLR dan asfiksia pada bayi.</p> Astri Zahri Miftahuljannah R Darmawansyih Syatirah Jalaluddin Rizka Anastasia Takdir Copyright (c) 2026 Astri Zahri Miftahuljannah R, Darmawansyih, Syatirah Jalaluddin, Rizka Anastasia, Takdir https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 389 398 10.30743/ibnusina.v25i2.1132 EFEKTIVITAS FRAKSI ETIL ASETAT DAUN CENGKIH (Syzygium aromaticum) TERHADAP PENURUNAN MASSA BIOFILM Streptococcus mutans https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1143 <p><em>Streptococcus mutans</em> merupakan bakteri gram positif pembentuk biofilm resisten yang dapat memicu komplikasi serius seperti endokarditis infektif. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas fraksi etil asetat daun cengkih (<em>Syzygium aromaticum</em>) dalam menurunkan massa biofilm <em>S. mutans</em> serta menentukan konsentrasi optimalnya. Fraksi ini dipilih karena sifat semipolarnya efektif menarik senyawa aktif seperti eugenol dan flavonoid. Metode penelitian eksperimental kuasi ini menggunakan desain <em>posttest-only control group</em> dengan pengujian <em>microtiter biofilm assay</em> dan pewarnaan crystal violet. Kelompok perlakuan terdiri dari lima konsentrasi (20%, 10%, 5%, 2,5%, 1,25%), kontrol positif klorheksidin 0,1%, dan kontrol negatif DMSO 1%. Data dianalisis menggunakan uji <em>One-Way ANOVA</em> dan <em>Bonferroni</em>. Hasil menunjukkan seluruh konsentrasi signifikan menurunkan massa biofilm dibandingkan kontrol negatif. Kontrol positif (klorheksidin 0,1%) menunjukkan penurunan massa tertinggi sebesar 90,21% (rata-rata Optical Density (OD) 0,248). Konsentrasi 5% merupakan kadar paling optimal dengan rata-rata OD 0,452 dan penurunan massa mencapai 82,16%. Efektivitas menurun pada konsentrasi 10% akibat titik jenuh dan interferensi teknis. Kesimpulannya, fraksi etil asetat daun cengkih efektif menurunkan massa biofilm <em>S. mutans</em>, dengan konsentrasi 5% sebagai kadar paling optimal.</p> Ghina Nisrina Wibowo Listiana Masyita Dewi Copyright (c) 2026 Ghina Nisrina Wibowo, Listiana Masyita Dewi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 408 417 10.30743/ibnusina.v25i2.1143 EFEKTIVITAS FRAKSI N-HEKSANA DAUN CENGKIH (Syzygium aromaticum) TERHADAP PENURUNAN MASSA BIOFILM Streptococcus mutans https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1145 <p><em>Streptococcus mutans</em> merupakan bakteri gram positif anaerob fakultatif yang berperan dalam berbagai infeksi sistemik, termasuk endokarditis infektif, serta memiliki kemampuan membentuk biofilm. Pembentukan biofilm menyebabkan peningkatan resistensi bakteri terhadap respons imun dan agen antimikroba, sehingga diperlukan alternatif terapi yang efektif untuk menurunkan massa biofilm. Daun cengkih (<em>Syzygium aromaticum</em>) mengandung senyawa aktif seperti eugenol, flavonoid, saponin, dan alkaloid sebagai agen antibakteri dan antibiofilm. Penelitian ini bertujuan membuktikan efek fraksi n-heksana daun cengkih serta menentukan konsentrasi paling efektif dalam menurunkan massa biofilm <em>Streptococcus mutans</em>. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan desain <em>post-test only control group</em>. Uji antibiofilm dilakukan menggunakan fraksi n-heksana daun cengkih pada konsentrasi 20%, 10%, 5%, 2,5%, dan 1,25%, dengan klorheksidin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Biofilm diwarnai menggunakan kristal violet 0,1% dan diukur menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 600 nm. Analisis data dilakukan dengan uji <em>Kruskal–Wallis</em> dan uji lanjut <em>Dunn</em>. Hasil menunjukkan bahwa fraksi n-heksana daun cengkih memiliki aktivitas antibiofilm signifikan terhadap <em>Streptococcus mutans</em> pada konsentrasi 20% dan 10% (p &lt; 0,05). Konsentrasi 10% menunjukkan efektivitas terbaik dengan nilai OD terendah dan persentase degradasi biofilm tertinggi (3,33%), setara dengan kontrol positif. Disimpulkan bahwa fraksi n-heksana daun cengkih efektif menurunkan massa biofilm <em>Streptococcus mutans.</em></p> Putri Amelia Azzahra Listiana Masyita Dewi Copyright (c) 2026 Putri Amelia Azzahra, Listiana Masyita Dewi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 434 444 10.30743/ibnusina.v25i2.1145 ADVANCED LUNG CANCER INFLAMMATION INDEX SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS KANKER PARU STADIUM LANJUT https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1190 <p>Peran inflamasi sistemik dan status nutrisi semakin diakui sebagai penentu prognosis. <em>Advanced Lung Cancer Inflammation Index</em> (ALI) dilaporkan berkaitan dengan mortalitas pasien kanker paru. Data mengenai hubungan ALI dengan mortalitas pasien kanker paru stadium lanjut di Indonesia masih terbatas, sehingga penelitian ini penting untuk mengevaluasi nilai prognostik ALI. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain kohort retrospektif yang dilakukan di RS Mohammad Hoesin Palembang. Sampel diambil secara consecutive sampling dari pasien kanker paru stadium lanjut yang terdiagnosis tahun 2022–2024 dan memenuhi kriteria inklusi. Nilai ALI dihitung dari data awal pasien. Mortalitas dievaluasi melalui rekam medis dan follow up enam bulan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik bivariat dan kurva Kaplan–Meier. Sebanyak 419 pasien kanker paru stadium lanjut dianalisis, dengan mortalitas enam bulan sebesar 53,2%. Median skor ALI pada kelompok meninggal lebih rendah dibandingkan kelompok hidup (14,7 vs 25,1; p&lt;0,001). ALI rendah berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko kematian (aHR 5,15; IK95% 1,92–13,85). Analisis Kaplan–Meier menunjukkan median kesintasan 12 minggu pada ALI rendah (p&lt;0,001). Skor ALI memiliki kemampuan prediktif rendah–sedang. Skor ALI rendah berhubungan signifikan dengan peningkatan mortalitas dan penurunan kesintasan pasien kanker paru stadium lanjut.</p> Lia Damayanti Rouly Pola Pasaribu Sudarto Zen Ahmad R A Linda Syamsu Indra Yenny Dian Andayani Muhammad Reagan Ratna Maila Dewi Anggraini Taufik Indrajaya Irfannuddin Copyright (c) 2026 Lia Damayanti, Rouly Pola Pasaribu , Sudarto, Zen Ahmad, R A Linda, Syamsu Indra, Yenny Dian Andayani, Muhammad Reagan, Ratna Maila Dewi Anggraini, Taufik Indrajaya, Irfannuddin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 445 453 10.30743/ibnusina.v25i2.1190 GAMBARAN BEBERAPA PENYAKIT DAN KONDISI LINGKUNGAN KUMUH DI DESA NELAYAN, HAMPARAN PERAK BELAWAN https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1115 <p>Desa Nelayan, Hamparan Perak Belawan, menghadapi tantangan serius terkait kesehatan masyarakat dan kondisi lingkungan, termasuk tingginya prevalensi penyakit menular dan kondisi lingkungan kumuh yang merugikan. Namun, informasi spesifik tentang gambaran penyakit dan kondisi lingkungan kumuh di desa ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dengan harapan dapat memberikan dasar untuk pengembangan intervensi yang lebih efektif guna meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran beberapa penyakit yang dan kondisi lingkungan kumuh di Desa Nelayan, Hamparan Perak Belawan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif dengan rancangan observasional yang memungkinkan pengamatan langsung terhadap fenomena yang diamati tanpa campur tangan dari peneliti. Hasil penelitian menunjukkan ISPA yang paling umum dijumpai, diikuti oleh penyakit bakteri dan virus serta tekanan darah tinggi. Penyakit infeksi saluran pencernaan dan penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat memiliki prevalensi yang lebih rendah. Sekitar 18% responden tidak memiliki riwayat penyakit. Dapat disimpulkan bahwa ISPA merupakan penyakit yang paling umum dialami oleh responden, diikuti oleh penyakit bakteri dan virus serta tekanan darah tinggi. Penyakit infeksi pada usus dan penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat memiliki prevalensi yang lebih rendah dibandingkan dengan penyakit-penyakit lainnya.</p> Nabilla Alfia Narisha Tamsil Syafiuddin Julahir Hodmatua Siregar Atan Bestari Copyright (c) 2026 Nabilla Alfia Narisha, Tamsil Syafiuddin, Julahir Hodmatua Siregar, Atan Bestari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 466 477 10.30743/ibnusina.v25i2.1115 SCREEN TIME, ATTENTION SPAN, DAN WORKING MEMORY PADA PESERTA DIDIK MAN IC GOWA TAHUN AJARAN 2025/2026 https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1163 <p><em>Working memory </em>dan <em>attention span</em> merupakan fondasi penting dalam proses pembelajaran, namun keduanya rentan terhadap dampak penggunaan teknologi digital yang berlebihan. Peningkatan <em>screen time</em> pada remaja menimbulkan kekhawatiran terhadap kapasitas kognitif yang menopang keberhasilan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara <em>screen time, attention span</em>, dan <em>working memory</em> pada peserta didik MAN Insan Cendekia Gowa tahun ajaran 2025/2026. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>cross-sectional</em> dengan sampel sebanyak 118 siswa kelas X dan XI. <em>Screen time</em> diukur menggunakan <em>Questionnaire for Screen Time of Adolescents </em>(QueST), <em>attention span</em> dengan D<em>eary-Liewald Reaction Time Task</em>, dan <em>working memory</em> dengan <em>Digit Span Test</em> (DST). Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara <em>screen time</em> dengan <em>attention span</em> (p = 0,091) maupun <em>working memory</em> (p = 0,925). Namun, ditemukan hubungan signifikan antara <em>attention span</em> dengan <em>working memory</em> (p = 0,039), yang menunjukkan bahwa siswa dengan <em>attention span</em> baik cenderung memiliki kapasitas <em>working memory </em>yang lebih. Kesimpulannya, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara <em>screen time </em>dan fungsi kognitif, tetapi <em>attention span</em> berperan penting dalam mendukung kapasitas <em>working memory</em>. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi pendidikan yang berfokus pada pelatihan konsentrasi dan strategi peningkatan fokus, bukan hanya sekedar pembatasan penggunaan perangkat digital.</p> Khayla Nurmala Hamka Rosdianah Rahim Arlina Wiyata Gama Ulfah Rimayanti Muh. Shabir Umar Copyright (c) 2026 Khayla Nurmala Hamka, Rosdianah Rahim, Arlina Wiyata Gama, Ulfah Rimayanti, Muh. Shabir Umar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 478 487 10.30743/ibnusina.v25i2.1163 EKSPRESI IMUNOHISTOKIMIA PZIP7 PADA INVASIVE BREAST CARCINOMA UNTUK MERAMALKAN AGRESIVITAS TUMOR DAN RESISTENSI KEMOTERAPI https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1220 <p><em>Invasive breast carcinoma</em> (IBC) bersifat herediter dan paparan estrogen jangka panjang adalah faktor risikonya. Subtipe molekuler IBC dibagi menjadi luminal A, luminal B, HER2-positif, dan <em>triple negatif breast cancer</em> (TNBC). Subtipe molekuler adalah dasar bagi pemberian <em>targeting</em> dan <em>personalized therapy</em>. Resistensi dapat muncul dalam terapi kanker payudara. Untuk menilai resistensi sel-sel kanker payudara setelah pemberian terapi, American Joint Committee on Cancer (AJCC) ke-8 merekomendasikan penggunaan metode <em>Residual Cancer Burden</em> (RCB). Zink berfungsi untuk menstabilkan struktur global p53, selain itu gangguan pada homeostasis zink yang diperantarai oleh transporter terbukti menyebabkan proliferasi sel-sel kanker. Salah satu transporter yang berperan dalam meningkatkan konsentrasi zink di sitoplasma adalah ZIP7. pZIP7 adalah ZIP7 yang telah teraktivasi dan terfosforilasi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan <em>cross sectional</em> dimulai bulan Juni 2025 sampai Februari 2026 (n=64) pada sediaan histopatologi dengan pulasan <em>hematoxylin-eosin </em>(HE), sediaan imunohistokimia subtipe molekuler IBC dan telah mendapatkan kemoterapi neoadjuvant. Pada penelitian ini IBC paling banyak dijumpai pada kelompok usia 40-49 tahun, subtipe histopatologi IBC NST, subtipe molekuler tipe luminal, dan <em>Nottingham grading system</em> grade 2, ypT3 dan ypN0. RCB <em>class</em> terbanyak adalah <em>class</em> II. Ekspresi imunohistokimia pZIP7 paling banyak dijumpai pada ekspresi imunohistokimia positif di sitoplasma sel-sel tumor dan tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara ekspresi pZIP7 dan RCB (<em>p-value</em>: 0.371). Kesimpulan: Ekspresi imunohistokimia pZIP7 belum dapat meramalkan agresivitas dan resistensi terhadap kemoterapi neoadjuvan.</p> Winda Hasibuan Betty Lidya Imelda Laksmi Jessy Chrestella Devi Nafilah Yuzar Copyright (c) 2026 Winda Hasibuan, Betty, Lidya Imelda Laksmi, Jessy Chrestella, Devi Nafilah Yuzar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 489 502 10.30743/ibnusina.v25i2.1220 ASSOCIATION BETWEEN CANCER TYPE AND GLIM-DEFINED MALNUTRITION IN PATIENTS UNDERGOING CHEMOTHERAPY: A CROSS-SECTIONAL STUDY https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1212 <p>Malnutrition is a common complication in patients with cancer and is associated with poorer clinical outcomes.<sup>1</sup> The Global Leadership Initiative on Malnutrition (GLIM) criteria provide an international consensus for diagnosing malnutrition.<sup>2</sup> However, evidence regarding variations in malnutrition severity across different cancer types remains limited.&nbsp;&nbsp; Objective: This study aimed to evaluate the association between cancer type and malnutrition severity defined by the GLIM criteria among patients with cancer undergoing chemotherapy. Methods: This descriptive cross-sectional study was conducted among adult cancer patients receiving chemotherapy at Prof. dr. Chairuddin P. Lubis Universitas Sumatera Utara Hospital, Medan, Indonesia, between October 2025 and January 2026. Nutritional status was assessed using the GLIM criteria. The association between cancer type and malnutrition severity was analyzed using the chi-square test. Results: A total of 107 patients were included. Lung cancer was the most common malignancy (42.1%), followed by breast (38.3%), ovarian (15.9%), and prostate cancer (3.7%). Overall, 46.7% of patients were malnourished, including 22.4% with moderate and 24.3% with severe malnutrition. The highest prevalence of malnutrition was observed in lung cancer patients (73.3%). A significant association was found between cancer type and malnutrition severity (p&lt;0.001). Conclusion: Malnutrition is common among patients with cancer undergoing chemotherapy, and its severity varies according to cancer types.</p> Ridha Aryani Dina Keumala Sari Dedy Hermansyah Fitriyani Nasution Cut Adeya Adella Copyright (c) 2026 Ridha Aryani, Dina Keumala Sari, Dedy Hermansyah, Fitriyani Nasution, Cut Adeya Adella https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 503 510 10.30743/ibnusina.v25i2.1212 CORRELATION OF SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT SCORE WITH TOTAL LYMPHOCYTE COUNT AMONG TUBERCULOSIS PATIENTS https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1185 <p>Malnutrition and tuberculosis (TB) have a bidirectional relationship, in which poor nutritional status contributes to impaired immune function and disease progression. Subjective Global Assessment (SGA) is a validated clinical tool for nutritional assessment, while total lymphocyte count (TLC) reflects immune competence. This study aimed to investigate the correlation between SGA score and TLC among tuberculosis patients. A descriptive cross-sectional study was conducted among 34 adult TB patients attending the tuberculosis clinic at Universitas Sumatera Utara Teaching Hospital between October and December 2025. Nutritional status was assessed using SGA, and TLC values were obtained from medical records. Data were analyzed using Spearman’s rank correlation test. The median TLC was 1,873.64 cells/µL (range 742.72–9,874.23). Based on SGA classification, 29.4% of patients were well nourished, 44.1% were moderately malnourished, and 26.5% were severely malnourished. A statistically significant moderate positive correlation was observed between SGA score and TLC (r = 0.40; p = 0.019). Conclusion: There was a significant positive correlation between SGA score and TLC in tuberculosis patients. These findings highlight the importance of comprehensive nutritional assessment as part of integrated tuberculosis management to identify patients at risk of immune impairment.</p> Meriza Martineta Dina Keumala Sari Andika Pradana Hilna Khairunnisa Shalihat Aida Siregar Copyright (c) 2026 Meriza Martineta, Dina Keumala Sari, Andika Pradana, Hilna Khairunnisa Shalihat, Aida Siregar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 511 518 10.30743/ibnusina.v25i2.1185 HUBUNGAN PENGGUNAAN MODE TAMPILAN LAYAR SMARTPHONE DENGAN MATA LELAH (ASTENOPIA) & KUALITAS TIDUR SISWA SMKN 4 MAKASSAR https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1196 <p>Peningkatan penggunaan<em> smartphone</em> di kalangan remaja kini berkaitan dengan berbagai keluhan kesehatan, seperti astenopia dan penurunan kualitas tidur. <em>Light mode</em> merupakan mode tampilan layar standar pada <em>smartphone</em>, sementara itu fitur <em>dark mode</em> dikembangkan sebagai alternatif untuk mengurangi intensitas <em>blue light</em> guna meningkatkan kenyamanan visual dan kualitas tidur. Namun, hubungan tersebut masih perlu dibuktikan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan mode tampilan layar<em> smartphone</em> dengan kejadian astenopia dan kualitas tidur siswa SMKN 4 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain <em>cross-sectional</em> yang melibatkan 234 responden dan terpilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mode tampilan layar, kuesioner <em>Visual Fatigue Index</em> (VFI) untuk menilai astenopia, dan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, yang kemudian dianalisis dengan uji <em>Pearson Chi-Square</em>. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara mode tampilan layar dengan kejadian astenopia (<em>p-value</em>=0.031). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara mode tampilan layar dengan kualitas tidur <em>(p-value</em>=0.533). Kesimpulannya, pemilihan mode tampilan layar berhubungan dengan risiko terjadinya astenopia, namun tidak berhubungan langsung dengan kualitas tidur.</p> Aisyah Alhumaira Ulfah Rimayanti Darmawansyih Rosdianah Rahim Muhammad Dahlan Copyright (c) 2026 Aisyah Alhumaira, Ulfah Rimayanti, Darmawansyih, Rosdianah Rahim, Muhammad Dahlan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 519 526 10.30743/ibnusina.v25i2.1196 GAMBARAN INTRAOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING PADA PASIEN DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSIA PRAMALIESA BATANG KUIS https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1023 <p><em>Intraoperative nausea and vomiting</em> (IONV) merupakan salah satu efek samping yang sering terjadi pada pasien seksio sesaria dengan anestesi spinal dan dapat mengganggu kenyamanan serta jalannya prosedur operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian IONV pada pasien seksio sesaria dengan anestesi spinal di RSIA Pramaliesa Batang Kuis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis pasien periode Juli–Oktober 2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 28 pasien (33,33%) mengalami IONV. Kejadian IONV paling banyak ditemukan pada kelompok usia 23–27 tahun. Berdasarkan kondisi hemodinamik, mayoritas pasien yang mengalami IONV berada dalam keadaan hipotensi intraoperatif. Selain itu, kejadian IONV lebih sering terjadi pada pasien yang menjalani seksio sesaria dengan indikasi operasi emergency dibandingkan operasi elektif. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa kejadian IONV pada pasien seksio sesaria dengan anestesi spinal di RSIA Pramaliesa tergolong tidak tinggi, beberapa penelitian melaporkan insiden sekitar 18–40% tergolong lebih rendah dibandingkan dengan literatur yang melaporkan insidensi IONV pada seksio sesarea dengan anestesi spinal dengan kondisi tertentu dapat mencapai hingga 80%. Namun tetap berkaitan erat dengan faktor hipotensi intraoperatif dan jenis operasi emergency, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pemantauan yang optimal selama tindakan anestesi spinal.</p> Mutiah Holil Nasution Dody Firmanda Copyright (c) 2026 Mutiah Holil Nasution, Dody Firmanda https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-05 2026-07-05 25 2 528 534 10.30743/ibnusina.v25i2.1023 PROFIL DOMAIN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK AL-JAMA’IYAH KOTA MEDAN https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/982 <p>Indonesia memiliki potensi besar pada generasi muda, namun Indonesia sendiri masih mempunyai masalah proses perkembang anak. Tahun 2019 Sumatera Utara terdapat anak yang mengalami keterlambatan perkembangan sebanyak 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil Domain Perkembangan Anak usia Prasekolah Di TK Al-Jama’iyah Kota Medan. Penelitian ini menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk mengumpulkan data dari 48 responden yang dipilih secara acak dari populasi sebanyak 98 orang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan mayoritas perkembangan anak yaitu kategori sesuai 41 responden (85,4%), meragukan 6 responden (12,5%), dan penyimpangan 1 responden (2,1%). Penelitian ini menunjukan sebagian besar responden memiliki perkembangan yang sesuai dan pertumbuhan yang normal. Mayoritas anak usia prasekolah menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Orang tua dianjurkan untuk secara aktif memantau perkembangan anak guna mencegah terjadinya masalah perkembangan.</p> Marchel Fara Diva Aulia Zaim Anshari Bania Maulina Copyright (c) 2026 Marchel Fara Diva, Aulia, Zaim Anshari, Bania Maulina https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-05 2026-07-05 25 2 535 543 10.30743/ibnusina.v25i2.982 GAMBARAN KARAKTERISTIK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN TAHUN 2024 https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1126 <p>Kekerasan seksual merupakan masalah kesehatan dan sosial yang masih sering terjadi dan memberikan dampak fisik, psikologis, serta sosial pada korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik korban kekerasan seksual berdasarkan data rekam medis di Rumah Sakit Umum Haji Medan periode Januari–Desember 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis korban kekerasan seksual. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar korban berada pada kelompok usia &gt;40 tahun sebanyak 27 orang (45,8%) dan didominasi oleh jenis kelamin perempuan sebanyak 47 orang (79,7%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa korban kekerasan seksual di RSU Haji Medan didominasi oleh kelompok usia &gt;40 tahun dan berjenis kelamin perempuan.</p> Edli Muhammad Athif Ismurrizal Alamsyah Lukito Marzuki Samion Copyright (c) 2026 Edli Muhammad Athif, Ismurrizal, Alamsyah Lukito, Marzuki Samion https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-05 2026-07-05 25 2 544 550 10.30743/ibnusina.v25i2.1126 MATERNAL ANTHROPOMETRY AND GROWTH OUTCOMES IN INFANTS AGED < 6 MONTHS: A CROSS-SECTIONAL STUDY https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1223 <p>Maternal nutrition status during lactation plays an important role in supporting infant growth in early life through its influence on the quality and composition of breastmilk. However, evidence regarding tha association between maternal anthropometry and infant growth outcomes remains inconsistent across different populations. This study aimed to examine the association between maternal nutritional status and growth outcomes among infants aged &lt;6 months. A cross-sectional analytic study was conducted among 56 mother-infant pairs in Medan,Indonesia, between September and November 2025. Maternal nutritional status was assessed using body mass index (BMI), while infant growth was evaluated using World Health Organization anthropometric indicators, including weight-for-age, length-for-age, weight-for-length, and BMI-for-age. Statistical analysis was performed using Spearman correlation. Significant positive correlation were observed between maternal nutritional status and infant weight-for-age (r=0.301; P=0.024), length-for-age (r=0.322; p= 0.0015), weight-for-lentgh (r=0.319; p=0.017), BMI-for-age (r=0.319; p=0.0017). Conclusion: Maternal nutritional status was significantly associated with infant growth indicators during the first six months of life. These findings highlight the importanace of maintaining optimal maternal nutrition during lactation to support healthy infant growth.</p> Meutia Wardhanie Ganie Dina Keumala Sari Sarma Nursani Lumbanraja Zaimah Z Tala Winra Pratita Copyright (c) 2026 Meutia Wardhanie Ganie, Dina Keumala Sari, Sarma Nursani Lumbanraja, Zaimah Z Tala, Winra Pratita https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-05 2026-07-05 25 2 551 560 10.30743/ibnusina.v25i2.1223 HUBUNGAN SMARTPHONE ADDICTION DENGAN ASTENOPIA PADA ANAK REMAJA DI MAN-1 KOTA MAKASSAR TAHUN 2025 https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1176 <p>Penggunaan <em>smartphone</em> yang berlebihan pada remaja berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan mata, salah satunya astenopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan <em>smartphone addiction</em> dengan kejadian astenopia pada remaja di MAN 1 Kota Makassar Tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 294 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Tingkat <em>smartphone addiction</em> diukur menggunakan <em>Smartphone Addiction Scale–Short Version</em> (SAS-SV), sedangkan astenopia dinilai menggunakan <em>Asthenopia Survey Questionnaire</em> (ASQ-17). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami <em>smartphone addiction</em> tingkat sedang yaitu 209 responden (71,1%), diikuti tingkat ringan 66 responden (22,4%) dan tingkat berat 19 responden (6,5%). Kejadian astenopia ditemukan pada 23 responden (7,8%). Hasil uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara <em>smartphone addiction</em> dengan kejadian astenopia (p-value = 0,019). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tingkat <em>smartphone addiction</em> dengan astenopia pada remaja di MAN 1 Kota Makassar. Edukasi mengenai penggunaan <em>smartphone</em> yang bijak diperlukan untuk mencegah gangguan kesehatan mata pada remaja.</p> Muhammad Syafaat Irfan Ulfah Rimayanti Henny Fauziah Jelita Inayah Sari St. Aisyah Kara Copyright (c) 2026 Ulfah Rimayanti, Muhammad Syafaat Irfan, Henny Fauziah, Jelita Inayah Sari, St. Aisyah Kara https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-05 2026-07-05 25 2 573 579 10.30743/ibnusina.v25i2.1176 DAMPAK KESEHATAN PASCABANJIR BANDANG DAN LONGSOR NOVEMBER 2025 DI ACEH TAMIANG https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1200 <p>Banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 di Kabupaten Aceh Tamiang, Indonesia, memengaruhi lebih dari 300.000 penduduk akibat hujan monsun lebat yang diperburuk deforestasi dan degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak kesehatan awal dan pola penyakit pada populasi terdampak melalui penilaian kesehatan cepat selama pelayanan medis darurat. Studi deskriptif potong lintang dilakukan pada 8 Desember 2025 di Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda. Tim medis Rumah Sakit Mahkota Bidadari memberikan pelayanan gratis kepada penyintas. Data demografi, paparan, keluhan, dan diagnosis dicatat secara sistematis. Sebanyak 315 pasien diperiksa (rerata usia 28,4 ± 16,2 tahun; 52,4% perempuan); 78,4% memiliki kontak langsung dengan air banjir dan 45,1% tinggal di penampungan sementara. Kondisi tersering adalah penyakit dermatologis (68,3%), infeksi saluran pernapasan akut (45,7%), dan diare akut (31,4%). Anak-anak menunjukkan angka infeksi pernapasan dan diare lebih tinggi secara signifikan dibanding dewasa (62,4% vs 38,2%, p&lt;0,001; dan 38,5% vs 31,6%, p=0,009). Morbiditas pascabanjir didominasi penyakit kulit, infeksi pernapasan, dan diare. Respons pascabencana perlu memprioritaskan air bersih, sanitasi, perbaikan penampungan, dan layanan kesehatan preventif.</p> Muhammad Arief Pratama Asyrafun Nisa Adelaide Hafiz Nurdiansyah Rosa Zorayatamin Damanik Copyright (c) 2026 Muhammad Arief Pratama, Asyrafun Nisa Adelaide, Hafiz Nurdiansyah, Rosa Zorayatamin Damanik https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-05 2026-07-05 25 2 580 591 10.30743/ibnusina.v25i2.1200 HUBUNGAN LATIHAN RESISTENSI TERHADAP FSTL1, MTOR, DAN BDNF DALAM PATOGENESIS SARKOPENIA PADA PROSES PENUAAN OTOT https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1088 <p>Sarkopenia merupakan sindrom geriatri terkait penuaan yang ditandai oleh penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot rangka. Beberapa jalur molekuler, termasuk FSTL1, mTOR, dan BDNF, berperan penting dalam regenerasi, metabolisme, inflamasi, dan fungsi neuromuskular otot. Studi ini bertujuan untuk secara sistematis mengkaji hubungan keempat biomolekul tersebut dalam proses patogenesis sarkopenia serta keterkaitannya dengan intervensi latihan fisik, terutama latihan ketahanan dan latihan fleksibilitas. Pencarian bahan literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan ScienceDirect dengan memilih penelitian eksperimental, klinis, dan tinjauan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berkurangnya latihan fisik berhubungan dengan terganggunya miogenesis, sementara peningkatan FSTL1 akibat latihan berfungsi sebagai myokine yang melindungi melalui aktivasi jalur PI3K/Akt dan AMPK. Disregulasi mTOR berkontribusi pada resistensi anabolik pada orang lanjut usia, sementara penurunan BDNF memperburuk masalah neuromuskular dan metabolisme pada mitokondria. Latihan ketahanan terbukti paling ampuh dalam meningkatkan mTORC1, sintesis protein otot, serta merangsang pelepasan myokines, sedangkan latihan fleksibilitas membantu meningkatkan aliran darah, elastisitas jaringan, dan ketersediaan bio NO. Sebagai kesimpulan, interaksi FSTL1, mTOR, dan BDNF berperan penting dalam patogenesis sarkopenia. Latihan fisik terstruktur berpotensi menjadi terapi nonfarmakologis untuk memperlambat progresi kondisi ini.</p> Juwita Ninda Suherman Sri Utami Maya Genisa Karimullah Copyright (c) 2026 Juwita Ninda Suherman, Sri Utami, Maya Genisa, Karimullah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 295 308 10.30743/ibnusina.v25i2.1088 EFEKTIVITAS PROBIOTIK SEBAGAI TERAPI ADJUVAN PADA ANSIETAS DAN DEPRESI: TINJAUAN SISTEMATIK RANDOMIZED CONTROLLED TRIAL https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1155 <p>Ansietas dan depresi merupakan gangguan mental yang prevalensinya terus meningkat secara global dan menimbulkan beban signifikan terhadap kualitas hidup. Respons yang tidak optimal terhadap terapi konvensional mendorong eksplorasi terapi tambahan, termasuk probiotik, yang bekerja melalui modulasi <em>gut–brain axis</em>. Artikel ini menilai peran probiotik dalam manajemen ansietas dan depresi berdasarkan bukti ilmiah terkini. Tinjauan sistematik ini disusun mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Google Scholar, dan SagePub untuk artikel original berbahasa Inggris yang diterbitkan antara tahun 2016–2026. Studi yang disertakan adalah uji klinis terkontrol acak yang mengevaluasi efek probiotik terhadap luaran ansietas dan/atau depresi. Artikel tinjauan pustaka, meta-analisis, editorial, laporan kasus, dan publikasi tanpa DOI dikecualikan. Sebanyak sembilan artikel memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas studi melaporkan perbaikan gejala depresi dan/atau ansietas pada kelompok probiotik dibandingkan kontrol, meskipun signifikansi statistik bervariasi. Efek yang lebih konsisten ditemukan pada pasien dengan gangguan depresi dibandingkan populasi sehat. Probiotik berpotensi menjadi terapi adjuvan yang aman dan menjanjikan dalam manajemen ansietas dan depresi, namun diperlukan penelitian lanjutan berskala besar untuk memastikan efektivitas dan menentukan protokol optimal.</p> Zayadha Hazrini Muhammad Iqbal Rezki Hasibuan Muhammad Jailani Alfajri Aulia Putri Adila Agustiawan Copyright (c) 2026 Zayadha Hazrini, Muhammad Iqbal Rezki Hasibuan, Muhammad Jailani Alfajri, Aulia Putri Adila, Agustiawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 399 407 10.30743/ibnusina.v25i2.1155 DAMPAK RUANG DIGITAL DALAM MEMBANTU PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL PADA GEN Z “SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW” https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1148 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ruang digital dalam mendukung penyintas kekerasan seksual pada generasi Z. Kekerasan seksual merupakan isu serius yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan sosial penyintas, sehingga pemahaman mengenai dukungan yang tersedia melalui teknologi digital penting untuk dikaji. Penelitian menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) terhadap sepuluh artikel ilmiah yang dipublikasikan antara 2019–2025 dan diperoleh dari basis data Scopus dan PubMed sesuai kriteria inklusi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, terutama media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Snapchat, berperan penting sebagai ruang bagi penyintas untuk berbagi pengalaman, memperoleh dukungan emosional, serta mengakses informasi dan layanan bantuan. Selain itu, teknologi digital juga efektif digunakan untuk kampanye kesadaran dan edukasi publik terkait kekerasan seksual. Namun, penggunaan ruang digital tidak bebas risiko, karena terdapat potensi pelecehan siber dan <em>technology-facilitated sexual violence</em> yang menuntut mitigasi dan pengawasan lebih lanjut. Dengan demikian, ruang digital memberikan kontribusi signifikan dalam pemberdayaan penyintas dan edukasi publik, meskipun perlu strategi untuk meminimalkan risiko negatifnya. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan kebijakan perlindungan digital, peningkatan literasi digital masyarakat, serta pengembangan platform daring yang lebih aman dan responsif dalam memberikan dukungan bagi penyintas kekerasan seksual.</p> Zahra Amelia Putri Ira Aini Dania Meri Susanti Tezar Samekto Darungan Copyright (c) 2026 Zahra Amelia Putri, Ira Aini Dania, Meri Susanti, Tezar Samekto Darungan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 454 465 10.30743/ibnusina.v25i2.1148 SALAT SEBAGAI NEUROPROTECTIVE EXERCISE: TINJAUAN MEKANISME PERFUSI OTAK DAN AKTIVITAS SARAF TERHADAP FUNGSI KOGNITIF https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1117 <p>Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah kesehatan global yang meningkat seiring bertambahnya usia. Aktivitas fisik ringan dengan unsur fokus dan relaksasi diketahui berperan dalam menjaga kesehatan otak. Salat, sebagai ibadah yang menggabungkan gerakan tubuh, pengaturan napas, dan ketenangan mental, diduga memiliki efek neuroprotective melalui mekanisme fisiologis dan elektrofisiologis. Tujuan kajian ini meninjau literatur terkait pengaruh shalat terhadap perfusi otak dan aktivitas saraf serta relevansinya terhadap fungsi kognitif. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ResearchGate dengan kata kunci “shalat”, “<em>cerebral perfusion</em>”, “EEG”, dan “cognitive function”. Dari 68 artikel yang ditemukan, 6 studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Studi-studi menunjukkan bahwa gerakan rukuk dan sujud meningkatkan sementara perfusi otak yang diatur melalui mekanisme autoregulasi vaskular, sedangkan aktivitas saraf selama shalat memperlihatkan peningkatan gelombang alfa dan gamma yang berhubungan dengan relaksasi dan fokus. Selain itu, normalisasi kortisol dan <em>α-amylase</em> saliva menunjukkan aktivasi sistem saraf parasimpatis. Kombinasi efek vaskular dan neuronal ini berpotensi memperkuat cognitive resilience dan mencegah penurunan kognitif. Kesimpulan: Shalat berpotensi menjadi <em>neuroprotective exercise</em> yang alami dan terukur, dengan efek sinergis terhadap sistem neurovaskular dan otonom, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai model intervensi spiritual-fisik untuk pencegahan gangguan kognitif.</p> Samira Amanda Muhammad Solehuddin Yunisa Najswa Abdillah Copyright (c) 2026 Samira Amanda, Muhammad Solehuddin, Yunisa Najswa Abdillah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 309 320 10.30743/ibnusina.v25i2.1117 TARGETING GUT-BRAIN AXIS: POTENSI BIFIDOBACTERIUM BREVE A1 SEBAGAI TERAPI NEUROPROTEKTIF BARU PADA PENYAKIT ALZHEIMER https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1160 <p>Penyakit Alzheimer (AD) merupakan gangguan neurodegeneratif progresif dan penyebab utama demensia di dunia. Terapi farmakologis yang tersedia saat ini, seperti penghambat asetilkolinesterase dan antagonis reseptor NMDA, masih bersifat simptomatik dan belum mampu menghentikan progresivitas penyakit. Dalam beberapa tahun terakhir, <em>gut–brain axis</em> menjadi fokus penelitian karena perannya dalam menghubungkan mikrobiota usus dengan neuroinflamasi, metabolisme amiloid, dan fungsi kognitif. Salah satu probiotik yang banyak diteliti adalah <em>Bifidobacterium breve</em> strain A1, yang diduga memiliki efek neuroprotektif melalui modulasi respons imun dan sinyal saraf. Studi ini bertujuan untuk meninjau potensi <em>Bifidobacterium breve</em> strain A1 sebagai terapi ajuvan neuroprotektif pada penyakit Alzheimer melalui modulasi <em>gut–brain axis</em>. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Cochrane, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar untuk publikasi periode 2015–2025. Studi praklinis dan klinis menunjukkan bahwa suplementasi <em>B. breve</em> A1 berhubungan dengan peningkatan fungsi memori, penurunan inflamasi hippocampus, serta penekanan akumulasi amiloid-β dan fosforilasi tau. Uji klinis pada lansia dengan gangguan kognitif ringan juga melaporkan peningkatan skor MMSE, RBANS, dan suasana hati tanpa efek samping bermakna. Kesimpulan: <em>Bifidobacterium breve</em> A1 berpotensi menjadi terapi ajuvan yang aman dan non-invasif untuk memperlambat progresivitas penyakit Alzheimer melalui modulasi <em>gut–brain axis</em>.</p> Samira Amanda Dinda Inaya Shafa Suci Mardiah Sari Copyright (c) 2026 Samira Amanda, Dinda Inaya Shafa, Suci Mardiah Sari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 25 2 418 433 10.30743/ibnusina.v25i2.1160 PERAN ORFORGLIPRON DALAM TATALAKSANA PASIEN DENGAN OBESITAS https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1231 <p>Obesitas merupakan penyakit kronis multifaktorial yang ditandai oleh akumulasi lemak berlebih yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiometabolik. Terapi yang tersedia saat ini masih memiliki keterbatasan, baik dari sisi efektivitas jangka panjang maupun kepatuhan pasien. Orforglipron merupakan agonis reseptor GLP-1 oral non-peptida yang dikembangkan sebagai alternatif terapi obesitas yang lebih praktis. Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi peran orforglipron dalam tatalaksana obesitas berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan berupa penelusuran literatur dari uji klinis fase 2 dan fase 3 yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orforglipron mampu menurunkan berat badan secara signifikan, dengan rerata penurunan sekitar 7,8–12,4% pada studi fase 3 dan hingga 14,7% pada dosis tertinggi studi fase 2. Selain itu, terapi ini juga memperbaiki parameter metabolik seperti kadar glukosa darah, HbA1c, dan lingkar pinggang. Mekanisme kerja orforglipron melibatkan aktivasi reseptor GLP-1 yang meningkatkan sekresi insulin, memperlambat pengosongan lambung, dan menekan nafsu makan. Efek samping yang paling sering dilaporkan berupa gangguan gastrointestinal dan umumnya dapat ditoleransi. Secara klinis, orforglipron menunjukkan potensi sebagai terapi oral yang efektif dan praktis untuk membantu penurunan berat badan pada pasien obesitas maupun overweight dengan komorbid metabolik. Namun, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang dan posisi optimalnya dalam algoritma terapi obesitas.</p> Sugianto Mukmin Amanda Trixie Hardigaloeh Dira Wahyuni Siregar Ermawati MH Siregar Agustiawan Copyright (c) 2026 Sugianto Mukmin, Amanda Trixie Hardigaloeh, Dira Wahyuni Siregar, Ermawati MH Siregar, Agustiawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-05 2026-07-05 25 2 561 572 10.30743/ibnusina.v25i2.1231 ANALISIS ELEKTROKARDIOGRAFI SERIAL PADA KASUS WELLENS SYNDROME TIPE B https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/1232 <p><em>Wellens syndrome</em> merupakan pola elektrokardiografi khas yang mengindikasikan adanya stenosis kritis pada arteri <em>left anterior descending</em> (LAD) dan berisiko tinggi berkembang menjadi infark miokard anterior luas. Kondisi ini sering tidak disertai elevasi segmen ST sehingga dapat terlewatkan dalam praktik klinis. Publikasi kasus <em>Wellens syndrome</em> masih relatif jarang dilaporkan di Indonesia, padahal pengenalan dini terhadap pola elektrokardiografi khas ini sangat penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis dan terjadinya kerusakan miokard yang lebih luas. Kami melaporkan seorang laki-laki usia 59 tahun dengan keluhan nyeri dada kiri yang memberat, menjalar ke punggung, dan disertai keringat dingin. Pasien memiliki faktor risiko berupa merokok berat, diabetes melitus tidak terkontrol, dan aktivitas fisik rendah. Pemeriksaan elektrokardiografi serial menunjukkan inversi gelombang T pada lead anteroseptal khas untuk <em>Wellens syndrome</em> tipe B. Peningkatan troponin membuat diagnosis NSTEMI dengan <em>Wellens syndrome</em> ditegakkan. Pasien mendapatkan terapi optimal sesuai pedoman berupa antiplatelet ganda, antikoagulan, statin, beta blocker, dan nitrat dengan perbaikan klinis. Kasus ini menegaskan pentingnya pengenalan dini Wellens syndrome melalui interpretasi EKG yang cermat untuk mencegah terjadinya infark miokard anterior luas melalui intervensi yang tepat waktu.</p> Agustiawan Juwanto Copyright (c) 2026 Agustiawan, Juwanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-05 2026-07-05 25 2 592 601 10.30743/ibnusina.v25i2.1232