https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/issue/feed Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis 2026-07-13T12:47:48+07:00 Nanda Novziransyah ndanovzi@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan yaitu pada bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong> yang menerima dan menerbitkan artikel penelitian, kajian sistematis, tinjauan pustaka, laporan kasus, dan artikel pengabdian masyarakat di bidang kedokteran dan kesehatan.</p> <p><strong>Indexed by:</strong></p> <div style="display: flex; align-items: center; gap: 12px; flex-wrap: wrap;"><a title="SINTA" href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11719" target="_blank" rel="noopener"> <img style="width: 150px; height: 52px; object-fit: contain;" src="https://jurnal.uisu.ac.id/public/site/images/oris/sinta.png"> </a> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=8u_Z0KoAAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=5" target="_blank" rel="noopener"> <img style="width: 150px; height: 52px; object-fit: contain;" src="https://jurnal.ilmubersama.com/public/site/images/oris/google-scholar.png"> </a> <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/29193" target="_blank" rel="noopener"> <img style="width: 150px; height: 52px; object-fit: contain;" src="https://jurnal.ilmubersama.com/public/site/images/oris/garuda.png"> </a></div> https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/1191 EVALUASI NILAI HOMA-Β PADA TIKUS DIABETES TERINDUKSI STREPTOZOTOCIN SETELAH PEMBERIAN FERMENTASI TEH HIJAU 2026-06-09T11:40:08+07:00 Rahmad Darmawan rahmad.darmawan@iik.ac.id <p>Hiperglikemia kronis berkontribusi terhadap gangguan fungsi sel β pankreas melalui peningkatan stres oksidatif dan disfungsi sekresi insulin. Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh oleh kultur simbiotik bakteri dan ragi (SCOBY) yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan potensi metabolik. Penelitian ini mengevaluasi efek pemberian kombucha teh hijau terhadap regulasi glukosa darah dan fungsi sel β pankreas pada model tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Lima belas tikus Wistar jantan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok diabetes tanpa intervensi serta dua kelompok intervensi dengan dosis 1,25 mL/kgBB dan 2,5 mL/kgBB selama 14 hari. Pemberian kombucha menunjukkan penurunan kadar glukosa darah puasa serta perbaikan indeks HOMA-B secara signifikan dibandingkan kelompok diabetes. Dosis 2,5 mL/kgBB memberikan respons paling optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombucha teh hijau berpotensi mendukung perbaikan homeostasis glukosa melalui modulasi fungsi sel β pancreas.</p> 2026-06-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Rahmad Darmawan https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/1105 PERBEDAAN SATURASI OKSIGEN DAN DENYUT JANTUNG JANIN PADA IBUHAMIL BERDASARKAN PAPARAN ASAP ROKOK 2026-07-13T12:43:10+07:00 Ainil Wazna ainil.wazna@gmail.com Huntari Harahap ainil.wazna@gmail.com Hasna Dewi ainil.wazna@gmail.com Esa Indah Ayudia ainil.wazna@gmail.com Nyimas Natasha Ayu Shafira ainil.wazna@gmail.com <p>Paparan asap rokok selama kehamilan dapat mengganggu oksigenasi ibu dan mempengaruhi kesejahteraan janin, terutama di daerah dengan prevalensi merokok yang tinggi seperti Jambi, Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menilai perbedaan saturasi oksigen ibu dan denyut jantung janin pada wanita hamil pada trimester kedua dan ketiga berdasarkan paparan asap rokok. Studi analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 45 wanita hamil yang mengikuti perawatan antenatal di Puskesmas Rawasari, Kota Jambi, pada tahun 2024. Paparan asap rokok dievaluasi menggunakan kuesioner, saturasi oksigen ibu diukur menggunakan oksimeter, dan denyut jantung janin diukur menggunakan <em>Doppler Ultrasound.</em> Data dianalisis menggunakan uji <em>Mann–Whitney</em>. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar wanita hamil memiliki tingkat saturasi oksigen normal, tanpa perbedaan yang signifikan secara statistik diantara kelompok yang terpapar dan tidak terpapar asap rokok (p = 0.282). Sedangkan denyut jantung janin secara signifikan lebih tinggi pada kelompok yang terpapar asap rokok dibandingkan dengan kelompok yang tidak terpapar (p = 0.002). Ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan signifikan pada saturasi oksigen ibu hamil berdasarkan paparan asap rokok, tetapi ditemukan perbedaan signifikan pada denyut jantung janin antara ibu hamil yang terpapar dan tidak terpapar asap rokok.</p> 2026-06-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Ainil Wazna, Huntari Harahap, Hasna Dewi, Esa Indah Ayudia, Nyimas Natasha Ayu Shafira https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/1095 PSIKOBIOTIK MEMODULASI SCFA DAN BDNF PADA MODUS NEUROKOGNITIF:TELAAH SISTEMATIS LITERATUR 2026-07-13T12:47:48+07:00 Juwita Ninda Suherman juwitanindabest@gmail.com Sri Utami juwitanindabest@gmail.com Aan Royhan juwitanindabest@gmail.com Diniwati Mukhtar juwitanindabest@gmail.com <p>Probiotik dapat memodulasi sumbu sumbu mikorobiota usus-otak, sehingga mendapat perhatian dalam penelitian kesehatan neurosains. Produksi asam lemak alifatik rantai pendek (SCFA), yaitu fraksi asetat, propionat, dengan butirat merupakan mekanisme kunci yang menjadi dasar terjadinya efek biologis tersebut. SCFA mengatur inflamasi, integritas sawar usus, dan fungsi sistem saraf pusat. SCFA diketahui mempengaruhi ekspresi faktor neurotrofik dari otak (BDNF). BDNF adalah suatu neurotrofin penting yang terlibat dalam neuroplastisitas, neurogenesis, dan fungsi kognitif. Selain itu, SCFA berkontribusi pada patofisiologi neuropsikiatri dan gangguan neurodegeneratif. Tujuan dari review literatur sistematis ini adalah untuk mengevaluasi peran probiotik dalam pengaturan SCFA dan efeknya terhadap pengaturan BDNF. Dengan mengikuti pedoman PRISMA, Penelusuran eksplorasi literatur ditempuh secara metodologis melalui berbagai basis repsositori ilmiah yaitu PubMed, Scopus, dan Web of Science. Studi yang disertakan meliputi penelitian eksperimental pada hewan, uji klinis terkontrol pada manusia, yang menelaah hubungan antara suplementasi probiotik, perubahan kadar SCFA, dan BDNF. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa peningkatan produksi SCFA, baik tunggal maupun multi-strain, dapat dicapai dengan suplementasi probiotik Namun demikian, keanekaragaman desain penelitian dan karakteristik intervensi tetap menjadi keterbatasan.Akhirnya, dalam memodulasi SCFA dan BDNF, probiotik dapat berfungsi sebagai strategi eskalasi kesehatan neurosains.</p> 2026-06-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Juwita Ninda Suherman, Sri Utami, Aan Royhan, Diniwati Mukhtar https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/1285 PENGARUH MINUMAN KOMBUCHA SALAK SIDEMPUAN TERHADAP KADAR HDL DAN LDL PADA TIKUS DIET TINGGI LEMAK 2026-06-09T11:39:53+07:00 Salsabila Khalda salsabilakhalda6@gmail.com Isra Thristy israthristy@umsu.ac.id <p><em>Dyslipidemia is a metabolic disorder characterized by continuous alterations in plasma lipid levels. Kombucha, a fermented beverage produced from sweetened tea using SCOBY, has been reported to lower cholesterol levels. Research on kombucha continues to expand, particularly regarding the use of non-tea substrates for fermentation, such as salak fruit. This study aimed to analyze the effect of Sidempuan salak kombucha on HDL and LDL levels in male rats (Rattus norvegicus) induced with a high-fat diet. A true experimental method with a posttest-only control group design was employed, involving 32 rats divided into four groups: KN (standard feed for 6 weeks), K− (standard feed + high-fat diet for 6 weeks), P1 (standard feed + high-fat diet + 2.7 ml/day Sidempuan salak kombucha for 6 weeks), and P2 (standard feed + high-fat diet + 5.4 ml/day Sidempuan salak kombucha for 6 weeks). The collected data were analyzed using a One-Way ANOVA test. The results showed no significant differences in HDL and LDL levels among the four groups (p &gt; 0.05). In conclusion, the administration of Sidempuan salak kombucha did not produce a significant effect on HDL and LDL levels in male rats induced with a high-fat diet. </em></p> 2026-06-06T08:47:59+07:00 Copyright (c) 2026 Salsabila Khalda, Isra Thristy https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/740 PERBANDINGAN TIAMIN DAN NACL 0,9% TERHADAP KEBUTUHAN ANALGETIK POSTOPERATIF PADA PASIEN DENGAN KECEMASAN PREOPERATIF 2026-06-09T12:12:28+07:00 Ricksando Siregar ricksandosiregar@gmail.com Bastian Lubis ricksandosiregar@gmail.com Tasrif Hamdi ricksandosiregar@gmail.com Muhammad Aripandi Wira ricksandosiregar@gmail.com Apriandeny Haithami ricksandosiregar@gmail.com Fahmi Sani ricksandosiregar@gmail.com <p>Kecemasan preoperatif berhubungan dengan peningkatan nyeri dan kebutuhan analgetik postoperatif. Tiamin berperan dalam metabolisme energi, fungsi saraf, serta modulasi inflamasi dan stres oksidatif sehingga berpotensi memengaruhi respons nyeri perioperatif. Penelitian ini bertujuan membandingkan pemberian tiamin intravena dan NaCl 0,9% intravena terhadap kebutuhan analgetik postoperatif pada pasien dengan kecemasan preoperatif yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal. Penelitian ini merupakan uji klinis double-blind randomized controlled trial di RSUP H. Adam Malik Medan. Sebanyak 42 pasien dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 21 pasien menerima tiamin intravena atau NaCl 0,9% intravena. Kebutuhan analgetik postoperatif dan skor nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dibandingkan antar kelompok. Hasil menunjukkan kebutuhan analgetik postoperatif lebih rendah pada kelompok tiamin dibandingkan kelompok NaCl 0,9% IV (52,38 ± 51,1 mg vs 61,90 ± 86,46 mg; p=0,001). Skor VAS postoperatif juga lebih rendah pada kelompok tiamin (3,38 ± 0,92 vs 4,27 ± 0,52; p=0,004). Pemberian tiamin intravena berpotensi menurunkan kebutuhan analgetik dan intensitas nyeri postoperatif pada pasien dengan kecemasan preoperatif yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal.</p> 2026-06-09T10:30:02+07:00 Copyright (c) 2026 Ricksando Siregar, Bastian Lubis, Tasrif Hamdi, Muhammad Aripandi Wira, Apriandeny Haithami, Fahmi Sani https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/940 KORELASI NILAI GLUKOSA DARAH PERIFER DENGAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PRE-TRANSFUSI PADA PENDERITA TALASEMIA-Β MAYOR 2026-06-09T12:11:59+07:00 M. Dodik Prastiyo muhdodik20@gmail.com Eka Sari Rahayu ekarahayu0612@gmail.com <p>Talasemia-β terjadi akibat gangguan sintesis beta pada hemoglobin sehingga penderitanya mengalami anemia sepanjang hidup. Kondisi anemia mengharuskan penderita talasemia-β sepanjang hidupnya memerlukan transfusi darah. Namun, transfusi darah berdampak kepada fluktuatifnya kadar tekanan darah dan glukosa darah perifer. Kadar tersebut dapat menjadi penanda risiko komplikasi kardiovaskular pada penderita talasemia-β. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan glukosa darah perifer dan tekanan darah arteri rata-rata pada penderita talasemia-β sebelum transfusi. Desain penelitian kuantitatif deskriptif korelasional. Populasi penelitian sebanyak 35 subjek yang direkrut menggunakan metode purposive sampling pada rentang waktu Maret-April 2025. Nilai glukosa darah perifer penderita talasemia-β didapatkan rerata 139,17±25,905 mg/dL dengan nilai minimum 100 mg/dL dan maksimum 205 mg/dL, diikuti nilai MAP dengan rerata 86,809±8,729 mmHg dengan nilai terendah atau minimum 70,67 mmHg dan nilai tertinggi atau maksimum 111,33 mmHg. Terdapat hubungan antara glukosa darah perifer dengan <em>Mean Arterial Pressure</em> (MAP) p=0,016 (&lt;0,05) dan keeratan hubungannya adalah sedang (R=0,403). Terdapat hubungan antara nilai gula darah perifer dengan <em>Mean Arterial Pressure</em>&nbsp;pre-transfusi pada pasien talasemia-β mayor.</p> 2026-06-09T10:48:59+07:00 Copyright (c) 2026 M. Dodik Prastiyo, Eka Sari Rahayu https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/1346 KETERKAITAN IMT DAN KEJADIAN PREEKLAMSIA RSUD SAYANG CIANJUR 2026-06-29T15:14:19+07:00 Rizkykha Bella Mugniya bellamugniya@gmail.com Ricky Susanto rickys@stu.untar.ac.id <p>Preeklamsia tergolong gangguan khusus pada masa kehamilan yang diidentifikasi dengan <br>hipertensi dan proteinuria dengan umur kehamilan lebih dari 20 minggu. Setiap tahun sekitar 5-<br>7% preeklamsia menjadi salah satu kondisi hipertensi paling berbahaya yang memengaruhi <br>kehamilan dan menyebabkan tingginya angka kematian hingga 700.000 ibu dan 500.000 bayi. <br>Ibu hamil yang memiliki nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi menguasai risiko lebih tinggi <br>untuk mengghadapi berbagai komplikasi seperti preeklamsia, eklamsia, persalinan induksi, dan <br>diabetes gestasional. Tujuan penelitian ini berorientasi mengerti hubungan Indeks Massa Tubuh <br>(IMT) dan fenomena preekklamsia pada ibu hamil. Data yang telah dihimpun dari rekam medis <br>sebanyak 160 mengaplikasikan desain studi observasional analitik dan mengoperasikan desain <br>studi cross sectional dengan analisis bivariat menggunakan Chi-square. Hasil dari riset ini <br>ditemukan mayoritas Indeks Massa Tubuh (IMT) klasifikasi risiko tinggi sejumlah 123 orang <br>(76,9%). Kejadian preeklamsia sejumlah 109 orang (68,1%). Ditemukan korelasi antara ibu <br>hamil yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan risiko tinggi dan kejadian preeklamsia, <br>pada hasil uji statistik dengan nilai p=0,001. Diintrepetasikan bahwasannya Indeks Massa Tubuh <br>(IMT) memiliki hubungan bersama fenomena preeklamsia pada ibu hamil. Ibu hamil <br>direkomendasikan mengawasi tekanan darah secara rutin pada masa kehamilan, serta menjaga <br>berat badan ideal untuk menurunkan kejadian preeklamsia.</p> <p>Preeclampsia is a specific disorder of pregnancy characterized by hypertension and proteinuria <br>at a gestational age of more than 20 weeks. Each year, approximately 5–7% of cases of <br>preeclampsia represent one of the most dangerous hypertensive conditions affecting pregnancy, <br>resulting in high mortality rates of up to 700,000 mothers and 500,000 infants. Pregnant women <br>with a high Body Mass Index (BMI) face a higher risk of experiencing various complications <br>such as preeclampsia, eclampsia, induced labor, and gestational diabetes. The objective of this <br>study is to understand the relationship between Body Mass Index (BMI) and the occurrence of <br>preeclampsia in pregnant women. Data collected from medical records of 160 participants <br>utilized an analytical observational study design and employed a cross-sectional approach. <br>Bivariate analysis was performed using the Chi-square test. Among the pregnant women in this <br>study, the majority were classified as having a high-risk Body Mass Index (BMI), totaling 123 <br>individuals (76.9%). The incidence of preeclampsia was 109 cases (68.1%). A correlation was <br>found between pregnant women with a high-risk Body Mass Index (BMI) and the incidence of <br>preeclampsia, as indicated by statistical test results with a p-value of 0.001. It has been found <br>that Body Mass Index (BMI) is associated with preeclampsia in pregnant women. Pregnant <br>women are advised to monitor their blood pressure regularly during pregnancy and maintain a <br>healthy weight to reduce the risk of preeclampsia.</p> 2026-06-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Rizkykha Bella Mugniya, Ricky Susanto https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/1009 HUBUNGAN STRESS TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA 2026-06-29T15:14:23+07:00 Nadia Puspita Pesona Nadiapuspitapesonaaa@gmail.com <p><em>Stress</em> adalah suatu reaksi fisik dan psikis terhadap setiap tuntutan yang menyebabkan ketegangan dan mengganggu stabilitas kehidupan sehari-hari. Saat mengalami stress, tanpa kita sadari tubuh selalu melakukan manajemen <em>stress</em>. Merokok merupakan salah satu contoh dari strategi manajemen yang tidak efektif namun banyak disukai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>stress</em> terhadap perilaku merokok pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas islam sumatera utara. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian <em>cross sectional</em>. Besar sampel 56 responden laki - laki menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>, kuisioner, juga menggunakan uji <em>Somer-D</em>. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara stress terhadap perilaku merokok, diuji dengan <em>Somers-D</em> p = 0,000 (p&lt;0,05). Kesimpulan&nbsp; penelitian&nbsp; ini adalah terdapat hubungan antara stress terhadap perilaku merokok pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara.</p> 2026-06-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Nadia Puspita Pesona https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/1282 HUBUNGAN PERAWATAN KAKI DENGAN RISIKO ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KOTA BEKASI 2026-06-30T23:08:59+07:00 Eska Riyanti Kariman riyantieska@gmail.com Nurdahlia riyantieska@gmail.com Tri Endah Pangestuti riyantieska@gmail.com Fazwah Firdayanti riyantieska@gmail.com <table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="78%"> <p>Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang dapat menimbulkan komplikasi ulkus kaki diabetik. Perawatan kaki menjadi salah satu upaya penting untuk menurunkan risiko komplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku perawatan kaki dengan risiko ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Jatiluhur Kota Bekasi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 88 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perilaku perawatan kaki diukur menggunakan Nottingham Assessment of Functional Footcare, sedangkan risiko ulkus kaki diabetik dinilai berdasarkan sistem stratifikasi risiko International Working Group on the Diabetic Foot. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku perawatan kaki baik sebanyak 49 responden (55,7%) dan risiko ulkus kaki diabetik rendah sebanyak 68 responden (77,3%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara perilaku perawatan kaki dan risiko ulkus kaki diabetik dengan p-value &lt;0,001 dan OR 20,143. Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku perawatan kaki berasosiasi dengan risiko ulkus kaki diabetik. Edukasi perawatan kaki dan skrining kaki diabetik berkala perlu diperkuat di pelayanan kesehatan primer.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-06-30T22:26:55+07:00 Copyright (c) 2026 Eska Riyanti Kariman, Nurdahlia, Tri Endah Pangestuti , Fazwah Firdayanti https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/1339 PENGARUH EDUKASI VIDEO ANIMASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PENTINGNYA SARAPAN PAGI 2026-06-30T23:08:50+07:00 Rosidawati rosida1962@yahoo.co.id Eros Siti Suryati eros2011@ymail.com Siti Masitoh imasmarkus@yahoo.co.id Aan Nurhasanah annur140864@gmail.com Syakira Khonsa Adzkiya syakiraka14@gmail.com <p>Masa remaja merupakan fase pertumbuhan yang membutuhkan pemenuhan gizi optimal, termasuk kebiasaan sarapan pagi. Edukasi gizi dengan media yang menarik diperlukan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya sarapan. Penelitian ini bertujuan menilai perbedaan skor pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah edukasi menggunakan video animasi tentang pentingnya sarapan pagi. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test–post-test. Sampel berjumlah 76 siswa kelas X jurusan keperawatan di SMK Persada Husada Indonesia yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,08 menjadi 14,83, sedangkan rata-rata skor sikap meningkat dari 44,89 menjadi 49,67. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada skor pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi dengan nilai p&lt;0,001. Edukasi video animasi diikuti oleh peningkatan skor pengetahuan dan sikap remaja tentang pentingnya sarapan pagi. Penelitian lanjutan dengan kelompok kontrol dan pengukuran jangka panjang diperlukan untuk menilai keberlanjutan hasil edukasi.</p> 2026-06-30T22:58:34+07:00 Copyright (c) 2026 Rosidawati, Eros Siti Suryati, Siti Masitoh, Aan Nurhasanah, Syakira Khonsa Adzkiya https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/998 MANAJEMEN AKTIFITAS FISIK, PERILAKU, DAN DIET PADA ANAK OBESITAS 2026-06-29T15:14:29+07:00 Herawati Harahap Herawatiharahap90@gmail.com Denny Susanto denny.stikesbkpalu@gmail.com Afiska Prima Dewi afiska.pd@gmail.com Alvin Wiharja alvinwiharja@upi.edu Agustiawan agustiawan.dr@gmail.com <p>Obesitas merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kelebihan asupan energi dengan keluaran energi yang sedikit. Obesitas atau kegemukan yang berlebih dimaknai berbeda bagi setiap orang. Hal ini dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan, dimana beberapa daerah menganggap hal ini sebagai kesuksesan orangtua dalam mengasuh anak dan dalam kondisi medis sebenarnya menjadi potensi masalah di masa depan.&nbsp; Anak dengan obesitas telah dikaitkan dengan beberapa penyakit di kemudian hari, misalnya beberapa kondisi terkait sindrom metabolik: penyakit kardiovaskular (PKV), diabetes mellitus (DM) tipe 2, hipertensi, hiperlipidemia, penyakit perlemakan hati, pubertas dini, gangguan haid, <em>polycystic ovary syndrome (PCOS)</em>, steatohepatitis, sleep apnea, gangguan muskuloskeletal, dan masalah psikologi (seperti: cemas dan depresi). Obesitas dapat dikaitkan dengan kondisi genetik, aktifitas fisik yang kurang, dan asupan makanan tinggi kalori. Kelebihan energi ini disimpan dalam bentuk lemak di jaringan adiposa. Manajemen anak dengan obesitas dilakukan dengan pengaturan makanan, aktifitas fisik, serta modifikasi perilaku anak. Studi menunjukkan bahwa kombinasi aktifitas fisik dan retriksi kalori memberikan manfaat dengan menurunkan berat badan (BB) yang lebih baik dibandingkan dengan diet saja. Perilaku makan dapat diubah dengan belajar mengontrol porsi serta jenis makanan yang dikonsumsi. Orangtua dapat membatasi ketersediaan camilan, sehingga anak-anak tidak makan di luar jam makan. Anak-anak dapat diberikan motivasi serta pujian apabila mengalami keberhasilan atau menunjukkan perilaku sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan makan makanan dengan program gizi yang diberikan, menurunkan berat badan, dan menjalani olahraga. Manajemen anak dengan obesitas membutuhkan peran serta orangtua dan guru, bahkan teman di sekolah.</p> 2026-06-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Herawati Harahap, Denny Susanto, Afiska Prima Dewi, Alvin Wiharja, Agustiawan https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/1286 URETROLITHIASIS POSTERIOR DENGAN KOMPLIKASI FOURNIER GANGRENE DAN SYOK SEPSIS: LAPORAN KASUS 2026-06-29T15:14:21+07:00 Nizar Fakhri Idrus nizarfakhriidrus@gmail.com M. Arief Hidayat sadakatasurgeon@gmail.com <p>Batu uretra merupakan manifestasi klinis yang cukup langka dari urolithiasis, namun dapat memicu komplikasi kegawatdaruratan urologi yang fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Obstruksi uretra yang diabaikan dapat memicu infeksi jaringan lunak progresif seperti Fournier's Gangrene (FG), yang dapat berujung pada syok sepsis dengan angka mortalitas yang sangat tinggi. Pria berusia 54 tahun datang dengan uretrolithiasis posterior yang berkomplikasi menjadi Fournier's Gangrene dan syok sepsis. Obstruksi mekanik dari batu uretra menyebabkan stasis urin dan cedera mukosa, yang menciptakan jalur masuk bagi infeksi polimikroba. Infeksi tersebut dapat menyebar dengan cepat melalui bidang fasia di area perineum dan genitalia. Kehadiran komorbiditas penyerta pada pasien semakin memperburuk respons imun, memicu kondisi sepsis yang fulminan. Penatalaksanaan utama pada kasus ini memerlukan pendekatan multidisiplin yang agresif, mencakup resusitasi cairan dan hemodinamik untuk mengatasi syok sepsis, pemberian antibiotik spektrum luas, debridemen bedah darurat pada jaringan nekrotik, diversi urin, serta ekstraksi batu. Batu uretra yang terabaikan dapat memicu Fournier's Gangrene dan syok sepsis yang mengancam jiwa. Kecurigaan klinis yang tinggi serta intervensi medis dan bedah multimodal yang dilakukan secara cepat adalah kunci utama untuk mencegah mortalitas pada pasien.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-06-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Nizar Fakhri Idrus, M. Arief Hidayat https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/1315 MENINGKATKAN PEMAHAMAN HIPERTENSI PADA LANSIA MELALUI PENYULUHAN DI POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DESA CINTA RAKYAT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG 2026-06-30T23:12:37+07:00 Dewi Yanti Handayani dewiyanti.sp.pk@gmail.com Anna Yusria anna.yusria@fk.uisu.ac.id Saadatur Rizqillah saadatur@fk.uisu.ac.id Fikri Andifa fikriandifa79@gmail.com Muhammad Thariq Alkadrie ericptk18@gmail.com Dwiky Bhayangkara bhayangkaradwiky@gmail.com Riska Putri Safira riskaputrisafira@gmail.com Winda Asni windaasni123@gmail.com Amirah Nur Haniyah amirahnhyh@gmail.com Maya Junita Siregar mayajunita409@gmail.com A.Rinni Hafizah Pulungan rinnipul2705@gmail.com Selvia Berfi Br Ginting selviaberfiginting07@gmil.com Odet Puri Mukti Wilutomo odetpuri29@gmail.com <p>Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara tahun 2024 dilaksanakan di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi diperoleh salah satu masalah kesehatan yang ditemukan di desa ini adalah kurangnya kepedulian dan pengetahuan lansia tentang hipertensi. Dari pengamatan kami, masih banyak masyarakat yang kurang memahami pentingnya memantau tekanan darah secara rutin dan menjalani pola hidup sehat, yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius jika hipertensi tidak dikelola dengan baik. Dalam hal penyelesaian masalah dilakukan penyuluhan mengenai hipertensi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran lansia tentang hipertensi. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya respon yang baik dari lansia tentang hipertensi. Lansia dapat mengetahui penyebab, dampak dan cara mengatasi hipertensi. Respon yang baik akan berdampak pada perubahan sikap yang dapat dilihat dari kunjungan lansia ke posyandu lansia untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan menjalani pola hidup sehat.</p> 2026-06-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Dewi Yanti Handayani, Anna Yusria, Saadatur Rizqillah, Fikri Andifa, Muhammad Thariq Alkadrie, Dwiky Bhayangkara, Riska Putri Safira, Winda Asni, Amirah Nur Haniyah, Maya Junita Siregar, A.Rinni Hafizah Pulungan, Selvia Berfi Br Ginting, Odet Puri Mukti Wilutomo